Mother&Baby Indonesia
Cacar Air Pada Ibu Hamil

Cacar Air Pada Ibu Hamil

Cacar air diawali oleh gejala yang mirip dengan sakit demam, yaitu kondisi tubuh melemah, kepala pusing serta demam. Kadang-kadang diiringi dengan batuk. Dalam kurun waktu 24 jam, akan timbul bintik-bintik merah yang berkembang menjadi bisul berisi cairan. Bisul tersebut umumnya muncul pertama kali di bagian perut, punggung atau wajah. Selanjutnya menyebar hampir ke seluruh bagian tubuh, termasuk kulit kepala, mulut, hidung, telinga dan kelamin. Untungnya, bisul ini akan mengering dalam waktu seminggu. Namun berita buruknya, pada masa inilah rasa gatal yang hebat akan menyerang.

 

Jika calon ibu belum pernah menderita cacar air, sebaiknya waspada dan menjauhi kerabat atau siapa pun yang sedang menderita penyakit tersebut. Bila calon ibu sampai tertular di usia kehamilan 1-3 bulan, risiko yang akan dihadapi adalah keguguran, janinnya meninggal, atau terkena sindrom conginetal varicella (infeksi janin yang terjadi di trimester pertama).



 

Begitu pula jika ibu hamil menderita cacar air berdekatan dengan waktu melahirkan (baik sebelum maupun sesudah), bayi mungil yang baru dilahirkan itu kemungkinan besar akan menghadapi komplikasi pada kesehatannya. Sang Ibu sendiri juga menghadapi risiko komplikasi yang lebih besar dibandingkan bila ia terkena cacar air pada saat tidak hamil.



 

Berbeda bila calon ibu tertular pada masa sebelum ia hamil, Si Kecil tidak akan tertular. Si kecil tetap aman mendapat imunitas dari plasenta dan ASI seperti bayi lainnya. Bila bayi yang baru lahir tertular cacar air, tunggu sampai ia sembuh baru kemudian berikan vaksin Varisela. (M&B)



Tags: cacar_air,   hamil,   kehamilan,   bayi,   asi,   infeksi










Cover April 2020