Mother&Baby Indonesia
Bahaya Mendengkur pada Anak

Bahaya Mendengkur pada Anak

Dijawab oleh dr. Elizabeth Hutapea, Sp.A(K), Spesialis Anak di RS Royal Taruma, Daan Mogot, Jakarta.

 

T: Anak saya saat ini berusia 2 tahun 9 bulan. Belakangan ini, ia sering sekali mendengkur saat tidur, terutama ketika tidur malam. Meskipun volume suaranya tidak terlalu keras, namun hembusan napasnya cukup kencang dan mulutnya terbuka. Apakah kebiasaan tersebut berbahaya bagi kesehatannya?



 



J: Secara medis, kebiasaan mendengkur pada Si Kecil memang cukup berbahaya. Umumnya, hal itu terjadi karena adanya pembesaran adenoid atau tonsil. Selain itu, penting pula bagi Anda untuk mengetahui adakah gejala OSAS (Obstructive Sleep Apnea Syndrome) saat Si Kecil mendengkur. OSAS merupakan suatu gejala saat mendengkur yang ditandai dengan berhentinya napas beberapa detik akibat tersumbatnya jalan napas dan harus segera ditangani. Cara mengatasi masalah mendengkur pada anak beragam, tergantung pada penyebabnya. Jika karena infeksi, maka akan diberikan obat untuk mengatasi infeksi. Jika karena pembesaran tonsil dan mengalami OSAS, kemungkinan besar dokter akan melakukan operasi tonsil untuk membuka jalur napasnya.  (IMR/Sagar/DT/Dok. M&B)



Tags: bayi,   anak,   mendengkur,   osas,   tidur










Cover Mei-Juni-Juli 2020