Mother&Baby Indonesia
Keguguran 4 Kali

Keguguran 4 Kali

Dijawab oleh: dr. Yusfa Rasyid, Sp.OG dari RSIA YPK Mandiri, Jakarta.

 

T:  Saya adalah seorang wanita yang bekerja di kantor. Saat ini, saya berusia 38 tahun. Saya sudah pernah hamil sebelumnya, namun belum ada yang berhasil, sebab sudah 4 kali mengalami keguguran. Terakhir kali, saya mengalami janin anggur setelah usia kandungan mencapai 3 bulan. Padahal, saya dan suami masih ingin memiliki anak. Mengapa rahim saya begitu lemah, sehingga sering mengalami keguguran? Masih adakah kemungkinan bagi saya dan suami untuk memiliki anak mengingat sudah 4 kali keguguran? Masih kuatkah rahim saya untuk mengandung kembali di usia sekarang ini?



 



J: Sebenarnya, tidak ada istilah rahim lemah, karena terjadinya keguguran tidak disebabkan oleh lemahnya rahim. Keguguran berulang yang disebabkan oleh faktor rahim biasa, terjadi karena adanya tumor jinak di rahim seperti mioma, polips, ataupun inkompetensia serviks, yaitu kelainan pada mulut rahim. Pada kelainan ini, mulut rahim  pendek dan mudah terbuka, sehingga hasil kehamilan gampang merosot ke luar, biasanya terjadi pada trimester II. Perlu diketahui pula riwayat usia kehamilan pada saat keguguran. Biasanya kalau keguguran terjadi pada usia 6-8 minggu, disebabkan oleh kelainan kromosom, yang bisa diketahui dari pemeriksaan analisis kromosom dari jaringan yang dikeluarkan. Keguguran pada usia kehamilan di atas 8-13 minggu, banyak disebabkan oleh adanya gangguan pembekuan darah Si Ibu, sehingga kehamilan terhenti pada usia tersebut. Untuk mengetahui kelainan ini, Anda dapat melakukan pemeriksaan ACA IgG dan ACA IgM, sebagai data awal untuk pemeriksaan lebih lanjut. (IMR/Aulia/DT/Dok. M&B)



Tags: kehamilan,   keguguran,   ibu,   hamil,  








Cover Maret 2020