Mother&Baby Indonesia
Menjaga Keselamatan Anak Hemofilia

Menjaga Keselamatan Anak Hemofilia

Jika anak Anda diketahui menderita hemofilia, Anda tidak perlu cemas asalkan mengetahui apa yang perlu dilakukan dan bagaimana perawatannya bila Si Kecil mengalami perdarahan. Sejak dini, Anda bisa melapisi pelindung di sekitar boks tidurnya dan di sudut-sudut perabotan rumah, serta menutupi area tangga dengan pagar kecil. Ini dilakukan agar Si Kecil terhindar dari benturan dan menyebabkan perdarahan dalam.

 

Ketika ia mulai merangkak dan berjalan, kenakan pelindung khusus di bagian lutut dan sikunya. Beberapa orangtua juga menambahkan lapisan lembut di celana anak agar bokongnya tidak memar ketika mulai belajar duduk. Apabila lantai rumah Anda menggunakan keramik atau kayu, pertimbangkan untuk melapisinya dengan karpet yang lembut. Selain itu, tahan bagian ujung karpet supaya Si Kecil tidak tersandung dan terjatuh.



 

Bila Si Kecil sudah mulai masuk pre-school, tantangan Anda untuk menjaga keselamatannya akan semakin besar. Balita umumnya merahasiakan dari orangtuanya jika ia terluka karena takut diomeli. Karenanya, selalu perhatikan seluruh tubuh Si Kecil saat Anda menggantikan pakaiannya seusai bersekolah.

 



Dilansir melalui KidsHealth, orangtua dengan anak hemofilia dapat mencegah masalah serius dengan cara meningkatkan perilaku hidup sehat, misalnya :
1. Olahraga teratur. Olahraga akan menguatkan otot-otot Si Kecil dan membantu mengurangi perdarahan saat terluka. Berenang adalah olahraga terbaik untuk anak-anak penderita hemofilia sebab seluruh otot akan bekerja tanpa membuat stres sendi-sendi di tubuhnya.
2. Menjaga berat badan. Penambahan berat badan mampu menekan beberapa bagian tubuh maupun meningkatkan risiko perdarahan. Jika Si Kecil memiliki masalah berat badan berlebih, konsultasikan kepada dokter untuk menurunkan berat badannya kembali normal.
3. Menjaga kesehatan gigi. Pastikan Si Kecil menyikat giginya 2 kali sehari serta berkumur agar kesehatan giginya selalu terjaga. Ini akan mengurangi kemungkinan gusinya berdarah sehingga membutuhkan operasi gigi. Meski begitu, perdarahan terkadang terjadi ketika membersihkan gigi. Maka temukan dokter gigi yang mengerti dengan baik cara menangani pasien dengan hemofilia.
4. Selalu informasikan kepada setiap orang. Untuk mencegah terjadinya perdarahan serius, selalu informasikan kepada semua orang tentang kondisi Si Kecil. Contohnya, saat melakukan vaksin jika dokter mengetahui ia mengalami hemofilia, dokter tidak akan menginjeksi Si Kecil di bagian otot seperti biasanya, melainkan di bagian jaringan bawah kulit yang paling dalam. (Sagar/DT/Dok. M&B)

 

Baca juga : Waspada Gejala Hemofilia Pada Anak



Tags: bayi,   balita,   anak,   hemofilia,   memar,   luka,   perdarahan










Cover Mei-Juni-Juli 2020