Mother&Baby Indonesia
Menyiapkan Si Kecil Menghadapi Perpisahan

Menyiapkan Si Kecil Menghadapi Perpisahan

Saat perpisahan adalah cara terakhir untuk mengatasi masalah dalam rumah tangga Anda dan suami, Anda perlu mempersiapkan Si Kecil untuk menghadapinya. Meski ia masih balita dan belum mengerti terlalu dalam tentang arti perpisahan, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan supaya ia tidak merasa sedih dan bingung. Dilansir melalui Babble, berikut 8 hal yang bisa dilakukan.

 

1. Selalu Yakinkan Si Kecil
Kecemasan berpisah adalah tahapan normal dalam perkembangan Si Kecil dan ia akan semakin merasakannya saat Anda dan suami mulai berpisah rumah. Di saat seperti ini, selalu ingatkan dan yakinkan bahwa kasih sayang dan cinta dari kedua orangtuanya tidak akan berubah kendati perpisahan terjadi.



 

2. Sebisa Mungkin Jalankan Rutinitas
Ketika ada waktu luang dan suasana hati Anda dan pasangan sedang baik, diskusikanlah untuk berusaha melakukan rutinitas sebisa mungkin demi Si Kecil. Apabila konflik antara Anda berdua terlalu rumit, fokuslah pada apa yang bisa Anda lakukan agar rutinitas di rumah berjalan sekonsisten mungkin.

 

3. Habiskan Waktu Lebih Banyak
Saat-saat berat seperti ini yang dibutuhkan Si Kecil adalah waktu dan kasih sayang Anda. Jadi, luangkan waktu lebih banyak dan ekspresikan seluruh cinta Anda kepadanya.

 

4. Rahasiakan Percakapan Orang Dewasa
Walaupun cukup sulit untuk tetap netral di depan Si Kecil, ini sangat penting bagi kesehatan emosi anak. Hindari kata-kata negatif antara Anda dan pasangan di dekat Si Kecil, baik itu melalui percakapan telepon. Begitupun saat malam hari, karena bisa saja Si Kecil mencuri dengar di antara waktu tidurnya.

 

5. Biarkan Si Kecil Mengekspresikan Dirinya
Berkembangnya usia Si Kecil, kosa katanya pun akan semakin berkembang pula. Ia akan lebih mudah mengekspresikan berbagai emosi, seperti marah, sedih, dan bahagia. Jadi, biarkan ia mengutarakan perasaannya kepada Anda tentang perpisahan ini. Bahkan, Anda pun bisa membuka hati Anda kepadanya, namun gunakan kata-kata yang sederhana. Ia pasti akan menjadi pendengar yang baik bagi Anda.



 

6. Buat Si Kecil Senyaman Mungkin
Bantu Si Kecil menghadapi transisi ini dengan menyediakan berbagai benda yang bisa membuatnya menjadi lebih nyaman, misalnya selimut, boneka, piama, atau bantal yang empuk.

 

7. Cari dukungan
Dua faktor terpenting agar Si Kecil bisa menghadapi perpisahan ini adalah dari keluarga, yaitu proteksi dari konflik besar antara kedua orangtuanya dan kemampuan orangtua untuk menyimpan reaksi dari perpisahan tersebut. Jadi, berkoneksilah dengan orangtua yang juga mengalami masalah yang serupa, keluarga, teman, dan terapis supaya Anda dapat menjadi lebih kuat melewati masa-masa sulit ini.

 

8. Percaya Diri di Depan Si Kecil
Ingat bahwa Anda lah yang memimpin percakapan antara Anda dan Si Kecil. Karenanya, lakukan yang terbaik dan buat percakapan menjadi sederhana agar mudah dimengerti oleh Si Kecil. (Sagar/DT/Dok. M&B)

 

Baca juga : Berbicara Dengan Si Kecil Tentang Perpisahan



Tags: balita,   anak,   perpisahan,   perceraian