Mother&Baby Indonesia
Jual Es Limun untuk Obati Sindrom Angelman Sang Kakak

Jual Es Limun untuk Obati Sindrom Angelman Sang Kakak

Kisah mengharukan datang dari seorang gadis berusia 5 tahun di Toronto, Kanada. Na'ama Uzan, nama gadis tersebut menjual es limun untuk upaya pengobatan Sang Kakak. Kakak laki-lakinya mengidap Sindrom Angelman sejak usianya 2 tahun, yaitu gangguan perkembangan saraf yang mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan, gangguan bicara, dan sering kejang.

 

Demi membantu Sang Kakak, Na'ama membuka gerai limun pada akhir musim semi lalu dan hasilnya disumbangkan untuk Foundation for Angelman Syndrome Therapeutics (FAST).
Gadis kecil ini terjun langsung melayani para pembeli dengan berdiri di atas kursi agar bisa menggapai meja. Menu yang dijual bervariasi tergantung musim, es limun saat cuaca hangat dan cokelat panas saat musim dingin, dilengkapi dengan mufin dan kue.



 

Aksi Na'ama ini pun menuai simpati para kerabat dan tetangga. Orang dewasa dan anak-anak datang membantunya dan kini telah berdiri 3 gerai. Kisah tentang Na'ama juga menjadi topik perbincangan di Amerika Serikat, terutama di kalangan keluarga yang memiliki anak dengan Sindrom Angelman. Beberapa di antara mereka turut memberikan donasi. Hingga sekarang uang yang telah dikumpulkan sebesar 47.000 USD dan 25.000 USD adalah hasil dari penjualan es limun. Diharapkan dengan donasi tersebut dapat membiayai riset FAST terkait dengan Sindrom Angelman.

 



Sindrom ini kemungkinan terjadi pada 1 dari 15.000 kelahiran. Putra aktor Hollywood, Collin Farrel juga mengalami sindrom ini sejak usia 4 tahun. Ada kemungkinan anak yang menderita kelainan genetik ini bisa sembuh jika fugsi gen tunggal diperbaiki. Sindrom Angelman bisa terdiagnosa saat usia anak 18 bulan sampai 6 tahun.

 

(Meiskhe/DT/dok.Telegraph)

 



Tags: sindrom_angelman










Cover Mei-Juni-Juli 2020