Mother&Baby Indonesia
Alergi Makanan Bisa Didapat Dari Transfusi Darah

Alergi Makanan Bisa Didapat Dari Transfusi Darah

Jika Si Kecil mendapatkan transfusi darah, Anda perlu memantau apakah ada tanda-tanda alergi setelah Si Kecil mengonsumsi makanan dan minuman selama beberapa minggu ke depan ya, Moms. Sebab, dokter menjelaskan anak-anak dapat berisiko mengalami alergi makanan setelah menerima transfusi darah.

 

Walaupun fenomena ini cukup langka, kejadian ini pernah terjadi di Kanada. Salah satu anak yang mendapatkan transfusi darah ketika menjalani pengobatan kanker otak dan tidak memiliki riwayat alergi tiba-tiba mengalami alergi setelah memakan ikan salmon dan kacang 2 minggu kemudian. Ia pun menerima injeksi di rumah sakit untuk meredakan reaksi alerginya.



 

Menurut Dr Julia Upton dan para koleganya dari Hospital for Sick Children, Toronto, Ontario, Kanada, kejadian perpindahan alergi melalui transfusi darah merupakan hal yang amat jarang terjadi. “Yang terpenting, biasanya masalah ini akan sembuh dengan sendirinya selama beberapa bulan,” ujar Upton dalam Canadian Medical Association Journal.



 

Karenanya, penting bagi para orangtua dan dokter untuk selalu waspada terhadap isu tentang kasus reaksi alergi pada anak setelah menerima transfusi darah, terutama setelah memakan kacang, ikan, telur, susu sapi, serta produk olahan susu sapi. Reaksinya dapat berupa pembengkakan wajah, rasa tidak nyaman di bagiang tenggorokan, atau kelelahan yang tiba-tiba. Jika gejala-gejala tersebut muncul, Anda harus segera membawanya ke dokter. Dilansir dari sumber Daily Mail, tim medis juga perlu melaporkan apabila kasus ini terjadi dan lebih memerhatikan keamanan darah-darah yang dipasok di bank darah. (Sagar/DT/Dok. Freedigitalphotos)
 



Tags: balita,   anak,   transfusi_darah,   alergi,   makanan