Mother&Baby Indonesia
Bayi Terlambat Lahir, Perlu Diinduksi

Bayi Terlambat Lahir, Perlu Diinduksi

Pada usia kandungan 40 minggu, dokter akan memantau kehamilan Anda dan melakukan sesuatu yang mendorong terjadinya persalinan. Agar ada pergerakan dalam kandungan yang mendorong terjadinya persalinan, dokter akan memasukkan jarinya ke dalam rahim Anda, lalu dengan gerakan memutar, membersihkan selaput yang menyelubungi janin di dalam rahim.

 

Jika cara ini tidak berhasil dan Anda sudah mendekati waktu induksi, dokter akan memasukkan alat berisi hormon prostaglandin ke dalam vagina untuk melenturkan rahim dan menstimulasi terjadinya kontraksi. Jika ini gagal juga, ketuban Anda akan pecah dan Anda akan disuntik hormon oksitosin, yang fungsinya juga merangsang kontraksi. Melalui cara-cara ini, Anda akan mengalami rasa sakit yang muncul dengan intens. Anda boleh meminta epidural, namun sebaiknya mintalah sebelum dokter memutuskan untuk menyuntikkan hormon oksitosin pada Anda.



 

Janin yang terlalu besar biasanya tidak memungkinkan Anda untuk melahirkan secara normal, jika waktu lahirnya sudah lewat. Pada usia kandungan tua, bayi dalam rahim Anda juga akan berhenti berkembang, sehingga perlu dilakukan induksi.



 

Dokter akan menjadwalkan induksi pada minggu ke-42. Ini adalah waktu yang paling telat, karena setelah minggu ke-42, fungsi dan kerja plasenta bagi janin akan terus berkurang, sehingga akan berbahaya jika janin tidak segera dikeluarkan. (M&B/Sagar/DT/Dok. M&B)



Tags: hamil,   persalinan,   melahirkan,   induksi,   epidural








Cover Maret 2020