Mother&Baby Indonesia
Apa yang Terjadi di Ruang Bersalin?

Apa yang Terjadi di Ruang Bersalin?

Menjelang hari persalinan, para ibu hamil sibuk membayangkan atau menerka-nerka apa yang sebenarnya akan terjadi di ruang persalinan, serta bagaimana suasana di dalamnya. Hal tersebut yang seringkali membuat mereka tertekan dan merasa cemas menghadapi persalinan.

 

Seorang Ahli Kebidanan di Australia, Fiona McArthur mengatakan, wajar apabila seorang calon ibu khawatir dengan hal yang akan terjadi selama persalinan. "Kuncinya adalah pikirkan bahwa hal ini adalah sesuatu yang normal dan wajar dialami banyak wanita. Tubuh wanita memang telah dirancang untuk siap menghadapi persalinan. Walaupun kekhawatiran memang tidak bisa dihindari, Anda harus tetap mencobanya,” ungkap Bidan Fiona, dilansir dari M&B Australia.



 

Untuk mengurangi rasa penasaran dan kekhawatiran Anda, cari tahu apa saja yang akan dirasakan ibu di ruang bersalin!

 

1. Suasana Tegang

Dinginnya ruang bersalin dan peralatan medis yang terdapat di dalamnya membuat beberapa ibu merasa tegang. Untuk itu, lakukan sesuatu yang bisa membuat Anda nyaman dan tenang, salah satunya dengan mendengarkan musik favorit Anda yang menenangkan.

 

Seorang pendidik ilmu kebidanan M&B Australia, Gabrielle Targett menyarankan ibu yang hendak bersalin di rumah sakit untuk membawa bantal atau selimut pribadi, untuk membangun suasana rumah di ruangan bersalin Anda. Suasana rumah akan membuat Anda lebih nyaman. Beberapa rumah sakit juga memungkinkan penggunaan minyak wangi aromaterapi untuk membantu Anda agar tetap tenang dan santai.

 

2. Terlihat ‘Berantakan’

Rasa sakit dan ketegangan yang Anda rasakan di ruang bersalin akan membuat Anda tidak peduli dengan penampilan. Keringat yang bercucuran, rambut yang berantakan, wajah berminyak, kondisi Anda akan terlihat ‘payah’ di ruangan ini. Namun, mungkin Anda tidak akan mempedulikannya lagi, karena kontraksi yang Anda alami. Saat melahirkan, Anda pun biasanya diminta menggunakan baju rumah sakit yang kadang membuat beberapa ibu merasa kurang nyaman.



 

3. Takut Buang Air

Saat mengejan, sebagian wanita juga mengkhawatirkan terjadinya beberapa ‘kecelakaan’ yang mungkin bisa terjadi, seperti dorongan untuk ke toilet karena ingin buang air besar dan kecil, atau bahkan muntah. Menurut Bidan Fiona, banyak ibu yang khawatir karena takut mereka tak sengaja akan buang air besar selama mengejan. Namun, sebenarnya keinginan buang air besar ini wajar terjadi akibat dorongan dari bayi yang ingin keluar.

 

4. Percayakan pada Petugas

Beberapa ibu menjadi begitu pemikir ketika di dalam ruangan bersalin. Banyak hal yang ia takutkan. Apakah bayinya akan lahir dengan selamat dan tanpa cacat? Apakah keadaannya akan baik-baik saja? Bagaimana dampak jahitannya pasca melahirkan? Bidan Fiona mengingatkan, untuk percaya pada para petugas medis dan dokter yang menangani Anda. Yakinlah dan percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Berdoa adalah salah satu ‘obat’ yang akan menenangkan Anda.

 

5. Lakukan IMD

Beberapa ahli menyarankan untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini setelah bayi Anda keluar. Dokter akan meletakkan Si Kecil pada dada Anda langsung melalui kontak kulit. Hal ini dilakukan, karena IMD tak sekadar menciptakan bonding, tetapi juga menyehatkan bayi dan ibunya.

 

(Aulia/DT/dok.M&B)
 



Tags: persalinan,   ibu,   hamil,   bayi,   imd,   newmom