Mother&Baby Indonesia
Induksi saat Persalinan

Induksi saat Persalinan

Apakah Anda salah satu ibu yang pernah diinduksi saat persalinan? Induksi adalah salah satu stimulasi yang dilakukan untuk mempercepat kelahiran, jika ibu tidak juga memperlihatkan tanda-tanda persalinan hingga due date tiba. Namun, metode ini ternyata banyak dikhawatirkan para ibu. Umumnya, mereka menolak diinduksi karena khawatir akan berakhir dengan operasi caesar. Namun, sebuah penelitian baru menunjukkan ketakutan ini tidak sepenuhnya benar.

 

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Jurnal Asosiasi Medis Kanada, wanita yang melahirkan dengan diinduksi menjelang akhir usia kehamilan atau setelah due date mereka, 12 persen lebih kecil risikonya mengalami operasi caesar, dibanding mereka yang hanya menunggu dan tidak melakukan induksi. Selain itu, metode induksi ini juga memiliki risiko yang lebih kecil terhadap komplikasi bayi yang dilahirkan. Studi ini meneliti lebih dari 30.000 kasus kelahiran, termasuk kelahiran yang berisiko tinggi.



 

Kapan Anda harus diinduksi? Perlu diketahui bahwa plasenta Anda memiliki usia yang terbatas. Jika kehamilan sudah melewati batas tanggal jatuh temponya, yaitu lebih dari seminggu setelah due date, kinerja plasenta akan menurun kualitasnya. Dalam kondisi ini, produksi nutrisi dan oksigen pada plasenta pun akan berkurang secara bertahap.



 

Umumnya, bayi yang lahir melewati waktu due date yang terlalu lama cenderung memiliki kulit yang tipis dan mengelupas. Mereka juga memiliki ukuran lebih besar, sehingga membuat proses persalinan lebih sulit. Untuk itu, mulai waspada jika kehamilan Anda sudah melawati tanggal due date. Dokter akan mempertimbangkan metode induksi untuk memastikan bayi Anda tetap sehat. Selain itu, induksi juga dilakukan karena beberapa alasan, di antaranya adalah jika pembukaan sudah berlangsung lebih dari 24 jam, atau jika Anda memiliki tekanan darah tinggi. (Aulia/DT/dok.M&B)



Tags: persalinan,   ibu,   kehamilan,   melahirkan,   induksi,   caesar,