Mother&Baby Indonesia
Keguguran: Kemungkinan Berulang (2)

Keguguran: Kemungkinan Berulang (2)

Walaupun berisiko lebih tinggi mengalami keguguran berulang, ibu yang pernah keguguran tidak ada batasan untuk hamil lagi.

 



Keguguran pada kehamilan pertama, disebut dengan abortus imminens (ancaman keguguran). Jika sudah keluar vlek dan mulas, dianjurkan untuk segera ke rumah sakit. “Si Ibu akan di USG untuk dilihat kondisinya, apakah usia kehamilannya sesuai dengan pertumbuhan janinnya atau tidak. Misalnya di usia 6 minggu, janin sudah harus terlihat dan berada di kantung kehamilan. Atau di atas 6 minggu, sudah ada denyut jantungnya. Kalau tidak ada tanda-tanda itu pada kehamilan awal, bisa ditentukan bahwa kehamilan tidak berkembang. Kalau tidak berkembang secara wajar, biasanya akan dikeluarkan alami oleh tubuh,” kata dr. Yuditiya Purwosunu, SpOG dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

 

Dokter Yuditiya juga menjelaskan, bahwa ibu yang pernah mengalami keguguran, memiliki risiko lebih tinggi mengalami keguguran berulang yang disebut RPL (Recurrent Pregnancy Loss). “Ibu yang pernah keguguran sekali, risiko kehamilan berikutnya mengalami keguguran meningkat sekitar 6 persen. Jika sudah 2 kali keguguran, untuk keguguran ketiga kalinya akan meningkat sekitar 15 sampai 20 persen. Dan pada kehamilan keempat, meningkat lebih dari 30 persen.”



 

Pada RPL, penyebab keguguran harus dicari agar lebih mudah ditangani pada kehamilan berikutnya. Apakah terjadi di bawah 10 minggu atau di atas 10 minggu. Selain pengecekan bentuk rahim, kekentalan darah, hormon tiroid, atau kencing manis pada ibu juga harus diperiksa.

 

Baca juga: Keguguran Lagi, Keguguran Lagi (1)

 

(Midya Desiani/DT/dok.MBUK)

 



Tags: hamil,   keguguran,   ibu_hamil,   rpl