Mother&Baby Indonesia
Vaksin Cacar Air

Vaksin Cacar Air

Dijawab oleh: dr. Soedjatmiko, Sp.A (spesialis anak dari Eka Hospital, BSD, Serpong dan RSCM, Jakarta)

 

T:  Apakah infeksi cacar air alami lebih baik untuk pertahanan tubuh anak-anak dibanding imunisasi vaksinnya?



 

J:  Asumsi ini agaknya banyak beredar dan sebaiknya diluruskan. Para ahli, termasuk yang ada di American Academy of Pediatrics menganjurkan agar anak-anak yang belum mengalami cacar air divaksinasi ketimbang mendapatkan imunitasnya secara alami. Infeksi alami akan menyebabkan berbagai ketidaknyamanan, di antaranya:
1. Si Kecil akan mengalami demam, lelah, gatal, dan nyeri, karena gelembung berisi cairan di tubuhnya. Gelembung yang pecah juga bisa menyebabkan luka permanen dan infeksi tambahan.



2. Cacar air juga dapat menyebabkan komplikasi, seperti penumonia dan radang otak.

3. Si Kecil tidak dapat beraktivitas normal hingga 8-9 hari. Vaksin cacar air tidak memberi perlindungan 100 persen, namun jika telah divaksinasi, Si Kecil akan terkena cacar air yang ringan dan proses pemulihan pun akan lebih cepat. (SR/Aulia/Dok. M&B)



Tags: balita,   vaksin,   cacar,   anak,  








Cover Maret 2020