Mother&Baby Indonesia
Imunisasi Campak

Imunisasi Campak

Dijawab oleh: dr. Ariantana Albertus, Sp.A, dari RS Internasional Santosa, Bandung.

 

T: Sewaktu putri saya berusia 9 bulan, seharusnya ia memperoleh imunisasi campak. Tetapi, karena sedang sakit gabakan (sakit panas dan kulit agak kemerahan), menurut dokter pertama yang saya kunjungi, imunisasi campak tidak diperlukan lagi (dilewati), karena gabak dan campak itu sama. Namun, menurut dokter lain, imunisasi campak itu harus dilakukan. Sebenarnya, apakah imunisasi campak seperti kondisi anak saya ini tetap harus dilakukan? Apakah benar gabakan dan campak itu sama? Lalu, kapan imunisasi MMR juga bisa dilakukan?



 



J: Gabakan selalu disamakan dengan campak, walaupun pengertian ini tidak selalu benar. Mengapa? Gejala kemerahan di kulit tidak selalu 'milik' penyakit campak, tetapi dapat pula disebabkan oleh infeksi virus yang lain. Penyakit campak mempunyai ciri khas '3C', yaitu cough (batuk), coryza (pilek), dan conjungtivitis (mata kemerahan). Timbulnya bintik kemerahan saat anak panas tinggi adalah hal yang wajar. Jadi, sebaiknya imunisasi campak sebaiknya tetap dilakukan. (FMR/Aulia/DT/Dok. M&B)



Tags: imunisasi campak,   campak,   bayi,   gabakan,   gejala campak,   imunisasi,   gabakan,   gabak,   vaksin campak










Cover April 2020