Mother&Baby Indonesia
Mitos Kehamilan yang Perlu Diketahui

Mitos Kehamilan yang Perlu Diketahui

Mitos selalu menarik untuk dicari tahu kebenarannya. Begitu juga dengan mitos kehamilan yang selalu bisa membangkitkan rasa ingin tahu para bumil, karena disebut memengaruhi kondisi ibu dan sang jabang bayi. Berikut 4  mitos yang banyak dikhawatirkan para ibu hamil, beserta faktanya.

 

1. Bentuk perut bumil pengaruhi jenis kelamin bayi?
Bentuk perut yang besar memancung atau lonjong saat hamil sering disebut dapat mengidentifikasi jenis kelamin bayi Anda, begitu juga dengan warna puting. Namun, faktanya ternyata kolerasi antara bentuk fisik ibu hamil dengan jenis kelamin bayi tidak memiliki hubungan ilmiah. Menurut sumber yang dikutip dari M&B Australia, ukuran tubuh, tinggi badan, dan bentuk fisik ibu saat hamil dipengaruhi oleh frekuensi kehamilan. Bagaimana kondisi tubuh Anda di kehamilan pertama, akan berbeda dengan bentuk tubuh Anda di kehamilan ketiga. Gelap atau terangnya warna puting juga terkait bagaimana tubuh Anda bereaksi terhadap hormon kehamilan. Satu-satunya metode yang akurat untuk mengetahui jenis kelamin bayi Anda adalah dengan cara USG atau menguji sel cairan ketuban Anda melalui amniosentesis.



 

2. “Ngidam” makanan tertentu karena keinginan calon bayi?
Tiba-tiba ingin makan es krim atau martabak keju? Apakah ini bawaan bayi? Jawabannya tidak! Para ahli gizi menyangkal hal ini bahwa keinginan makan makanan tertentu saat hamil bukanlah keinginan atau kebutuhan sang calon bayi. Peningkatan hormon yang terjadi pada wanita hamil ternyata memang dapat meningkatkan selera makan dan indera penciuman mereka jadi lebih sensitif. Mengidamkan makanan tertentu disebut terkait dengan kekurangan zat besi pada ibu hamil. Jadi, bila Anda merasakan hal yang aneh pada selera makan Anda, cobalah konsultasikan kepada dokter kandungan.

 



3. Morning Sickness
Ibu hamil memang kerap mengalami mual atau morning sickness yang kerap membuat mereka menderita. Namun, jangan terlalu cemas dan khawatir. Sebuah penelitian di Kanada menunjukkan ibu hamil yang mengalami morning sickness menurunkan risikonya keguguran, dibandingkan mereka yang tidak menderita mual atau muntah. Namun, mual dan muntah yang berlebihan pada bumil juga bisa menjadi tanda penyakit gravidarum hiperemesis. Jika mengalami mual dan muntah yang parah, konsultasikan  gejala yang Anda alami pada dokter.

 

4. Sindrom 'Baby Brain'
Ibu hamil seringkali mengalami masalah ingatan dan melakukan banyak kecerobohan, seperti keliru meletakkan pakaian kotor, lupa di mana meletakkan kunci, dan kecerobohan lainnya. Sejumlah pendapat mengatakan bahwa ini adalah sindrom kehamilan yang biasa disebut “Baby Brain”, yang membuat kemampuan otak jadi menurun. Namun, studi dari Adelaide mengatakan bahwa hormon kehamilan tidak mengganggu kinerja otak Anda. Hanya saja, kecerobohan dan sifat pelupa yang ibu rasakan bisa terjadi karena ibu hamil kerap merasa stres, kurang tidur, cemas, kewalahan, dan cenderung memikirkan banyak hal. (Aulia/DT/dok.M&B)



Tags: mitos,   kehamilan,   ibu,   bayi,   baby_brain,   morning_sickness,