Mother&Baby Indonesia
Mengenal Asfiksia, Bayi Lahir Kekurangan Oksigen

Mengenal Asfiksia, Bayi Lahir Kekurangan Oksigen

Asfiksia adalah kondisi di mana bayi lahir kekurangan oksigen. Kelahiran asfiksia terjadi ketika otak bayi dan organ tidak mendapat cukup oksigen sebelum, selama dan sesudah persalinan. Penyebabnya beragam, seperti oksigen di dalam darah ibu terlalu sedikit sebelum atau selama persalinan, terdapat masalah pada tali pusat saat melahirkan, napas bayi tidak terbentuk dengan benar, napas bayi terblokir, sel-sel darah bayi tidak mengalirkan oksigen yang cukup, dan lainnya.

 

Kelahiran asfiksia dapat terjadi kepada 1 dari 1000 kelahiran dan lebih umum terjadi terhadap bayi prematur. Apabila bayi mengalami asfiksia ringan atau sedang, ia dapat pulih sepenuhnya. Namun jika ia tidak mendapatkan oksigen dalam waktu yang lama, ia dapat mengalami kerusakan permanen pada otak, jantung, paru-paru, ginjal, usus, dan organ lainnya. Untuk bayi prematur yang mengalami asfiksia, dapat mengakibatkan celebral palsy, gangguan perkembangan, gangguan penglihatan, dan beberapa kasus parah yang berujung pada kegagalan organ bahkan kematian. Gejala asfiksia pada bayi saat lahir mencakup:



 



  • Bayi tidak bernapas atau bernapas sangat lemah.
  • Warna kulit kebiruan atau pucat.
  • Frekuensi denyut jantung rendah, di bawah denyut normal, yaitu 120 denyut per menit.
  • Otot lemah.
  • Kandungan asam dalam darah sangat tinggi (acidosis).
  • Cairan ketuban terpapar mekonium. (Meiskhe/DC/Dok. M&B UK)

 



Tags: asfiksia,   bayi_kekurangan_oksigen,   kurang_oksigen,   bayi_prematur,   kelahiran_prematur,   prematur








Cover Januari - Februari 2020