Mother&Baby Indonesia
7 Hal yang Tidak Tepat saat Memberi Anak Makan

7 Hal yang Tidak Tepat saat Memberi Anak Makan

Makan bagi anak bukanlah proses alami, tetapi merupakan kegiatan kompleks yang perlu dilatih. Selain mengatasi lapar, makan juga bertujuan memenuhi kebutuhan zat gizi yang berguna untuk aktivitas dan proses tumbuh-kembang bayi.

 



Data dari Global Strategy for Infant and Young Child Feeeding, WHO, menunjukkan bahwa 2/3 kematian balita diakibatkan oleh malnutrisi, karena praktik pemberian makanan yang tidak sesuai di tahun pertama kehidupannya. Apa sajakah pemberian makanan yang tak tepat tersebut menurut WHO?



 

  1. Pemberian ASI yang kurang optimal. Menurut data WHO, di seluruh dunia, hanya sebesar 35 persen bayi yang mendapat ASI eksklusif.
  2. Kualitas dan kuantitas MPASI yang rendah dan tidak sesuai dengan usia bayi.
  3. Usia pengenalan MPASI yang terlalu awal atau terlalu lambat.
  4. Pemilihan jenis makanan, tekstur, dan variasi rasa yang kurang sesuai dengan tahapan perkembangan bayi.
  5. Jadwal dan cara pemberian makan yang kurang tepat.
  6. Kebersihan yang tidak terjamin. Proses penyiapan makanan, termasuk alat makan dan alat produksi harus diperhatikan kebersihannya.

 

Untuk mengatasi hal-hal di atas, WHO dan UNICEF mengeluarkan rekomendasi untuk Anda para orangtua agar melakukan ini:

 

  • Setiap bayi seharusnya mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupannya.
  • IMD (Inisiasi Menyusui Dini) setelah persalinan adalah salah satu langkah keberhasilan pemberian ASI. Karenanya, Anda harus melakukan IMD segera setelah melahirkan.
  • Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, setiap bayi harus mendapatkan MPASI tepat waktu, cukup, dan aman. (Lydia Natasha/DC/Dok. M&B UK)



Tags: baby,   bayi,   makanan,   proses_makan,   pemberian_makan,   nutrisi,   nutrisi_bayi,   nutrisi_si_kecil,   nutrisi