Mother&Baby Indonesia
Bolehkah Memberikan Obat Batuk dan Pilek kepada Si Kecil?

Bolehkah Memberikan Obat Batuk dan Pilek kepada Si Kecil?

Batuk dan pilek merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang bayi dan balita. Kebanyakan ahli beranggapan ketika Si Kecil terserang penyakit tersebut, ia tidak perlu diberikan obat. American Academy of Pediatric pun menyebutkan, obat batuk dan pilek tidak efektif bagi anak di bawah usia 6 tahun, serta memiliki efek samping yang tidak baik untuk mereka. 

 



Namun jika bayi Anda berusia di bawah 3 bulan, ia perlu langsung dibawa ke dokter saat menunjukkan gejala penyakit, khususnya saat demam mencapai 38° C atau mengalami batuk. Anda juga perlu membawa Si Kecil ke dokter jika demamnya mencapai 38,3° C pada usia 3-6 bulan dan 39,4° C bila usianya di atas 6 bulan.

 

Untuk meredakan pilek Si Kecil, Anda bisa menggosok badannya dengan minyak telon atau minyak kayu putih. Jika ia sudah berusia 6 bulan, Kathi Kemper, professor of pediatrics, public health sciences, sekaligus family medicine di Wake Forest University School of Medicine, menganjurkan agar Anda memberinya teh chamomile hangat. Namun berapapun usia Si Kecil, Anda harus segera membawanya ke dokter, jika:

 

1. Mengalami demam lebih dari 2 hari.



 

2. Batuknya bertambah parah, sesak napas, dan mengi. Ini merupakan tanda-tanda dari pneumonia ataupun respiratory syncytial virus (RSV), penyakit pernapasan serius yang sering dialami bayi di bawah 1 tahun.

 

3. Menarik-narik atau menggosokkan telinga, menangis saat disusui, maupun menangis ketika ditidurkan, yang merupakan gejala dari infeksi telinga.

 

4. Mata terlihat malas atau berair, yang dapat menandakan ia mengalami pinkeye.

 

5. Sangat rewel, sulit tidur, atau adanya perubahan signifikan saat makan dan tidur.

 

6. Kondisinya tidak kunjung membaik dalam waktu 5-7 hari. Konsultasikan pula kepada dokter bila gejala pileknya sudah melebihi 14 hari. (Sagar/DC/Dok. M&B)



Tags: bayi,   balita,   anak,   bayi_pilek,   kesehatan