Mother&Baby Indonesia
Mengatasi Payudara Bengkak saat Menyusui

Mengatasi Payudara Bengkak saat Menyusui

Apabila produksi ASI Anda lebih cepat dibandingkan dengan yang dikeluarkan (baik dengan cara menyusui langsung maupun dipompa), ASI akan tetap terkumpul di dalam payudara. Akibatnya aliran darah ke payudara meningkat, sehingga payudara menjadi bengkak, padat, dan terasa nyeri.

 

Kondisi ini paling sering dialami oleh ibu yang baru pertama kali melahirkan. Ada beberapa gejala yang biasa terjadi, seperti payudara terasa padat, areola mengeras disertai dengan puting yang menjadi datar, bengkak dan nyeri yang terasa hingga ke bagian ketiak atau bawah lengan, serta kulit payudara terasa kencang juga hangat saat disentuh.



 

Payudara yang membengkak atau biasa disebut engorgement ini disebabkan oleh beberapa faktor.  Salah satunya, sekitar 2-6 hari setelah melahirkan, ASI yang terbentuk pertama kali (kolostrum) menjadi matang. Jika produksi ASI ini belum bisa dikeluarkan, payudara akan 'penuh' atau bengkak.

 

Sebagai pencegahan, sebaiknya susui bayi atau pompa ASI sesering mungkin. Jika dibiarkan saja, saluran ASI akan tersumbat dan dapat menimbulkan mastitis (jaringan payudara terinfeksi bakteri), sehingga suplai ASI pun berkurang. 



 

Selain dengan menyusui secara rutin, Anda bisa mengatasi payudara bengkak dengan kompres hangat. Letakkan handuk hangat pada payudara atau alirkan payudara di bawah air hangat saat mandi. Lakukan selama beberapa menit. Anda juga bisa melakukan kompres dingin dengan meletakkan es (yang dibungkus handuk bersih) selama 10-15 menit. Secara perlahan, pijat payudara Anda. Lakukan pijat dengan gerakan melingkar dari bagian terluar payudara ke dalam.

 

Jika Anda mengalami demam atau menggigil saat payudara membengkak, segera hubungi dokter. Biasanya jika sudah parah, Anda juga akan merasa lelah dan payudara menjadi kemerahan. (Deonisia/DC/Dok. M&B)



Tags: asi_club,   payudara_bengkak,   menyusui,   tips_menyusui,   info_menyusui










Cover April 2020