Mother&Baby Indonesia
Balita Mengalami Kejang Puluhan Kali dalam Sehari

Balita Mengalami Kejang Puluhan Kali dalam Sehari

Saat Si Kecil sakit, Anda pasti merasa sedih dan pilu melihat kondisinya. Hal itu juga dirasakan oleh orangtua dari Maisie O'Brien, 15 bulan. Akibat epilepsi dan masalah genetik sangat langka yang disebut shox depletion, Maisie terus mengalami kejang. Dalam 1 hari, ia bahkan bisa kejang hingga puluhan kali!

 

“Jika sedang dalam kondisi baik, Maisie hanya mengalami kejang 1-2 kali saja. Namun, ada masa di mana ia bisa mengalami kejang lebih dari 40 kali. Hingga saat ini, kejang terbanyak yang ia alami dalam 1 hari mencapai 46 kali. Ketika itu terjadi, saya merasa sangat takut. Namun di luar itu, Maisie adalah anak paling manis dan selalu riang gembira,” ujar ibunya, Nicky O'Brien, 29.



 

Awalnya, saat Maisie kejang untuk pertama kalinya di usia 7 bulan, para dokter mengira ia mengalami febrile convulsion atau kejang demam. Kejang ini tercatat dialami oleh 1 dari 20 anak. Namun, Nicky menyadari pertumbuhan putrinya sangat lambat. Ia pun kesulitan menggunakan dan mengkoordinasikan kedua tangannya.

 

Nicky dan suaminya, Neil, yang berasal dari Wisbech, Cambridgeshire, Inggris, akhirnya memeriksakan buah hati mereka ke rumah sakit Queen Elizabeth Hospital. Pada usia 9 bulan, Maisie secara resmi didiagnosis menderita focal frontal lobe epilepsy serta shox depletion, yang berarti ia kehilangan kromosom X.

 



Dokter-dokter yang menangani kasus Maisie tidak pernah menemukan kondisi seperti ini sebelumnya. Sampai sekarang, mereka masih menginvestigasi kondisi kesehatan Maisie dan cara penanganannya. Dilansir melalui Daily Mail, Nicky mengungkapkan, saat kejang mata putrinya mendelik dan terlihat kosong, ia lalu memukul-mukul bibirnya. Kejadian tersebut dapat terjadi hingga 1 jam lamanya. Maisie pernah sampai membutuhkan oksigen, karena kejang yang dialaminya sangat hebat.

 

Nicky dan Neil menaruh CCTV di kamar Maisie. Setiap malam, mereka bergantian berjaga untuk mengamati kondisi Maisie. “Malam hari adalah waktu yang paling mengkhawatirkan bagi kami. Kami takut ia kejang, sehingga kesulitan bernapas atau muntah dan tersedak,” ungkap Nicky.

 

Untuk mengurangi kecemasan tersebut, pasangan itu mengumpulkan donasi untuk membeli tempat tidur khusus yang bisa memberikan tanda jika Maisie kejang, serta mesin sleep apnea untuk memonitor napas putri mereka. Jika Moms ingin membantu Maisie, klik www.gofundme.com/wu9tufdm. (Sagar/DC/Dok. PA Real Life/Daily Mail UK)



Tags: bayi,   balita,   anak,   kejang,   epilepsi,   shox_depletion