Mother&Baby Indonesia
Mengatasi Jetlag pada Anak (2)

Mengatasi Jetlag pada Anak (2)

Jetlag atau gangguan siklus tidur disebabkan oleh perbedaan zona waktu dari yang biasa dialami. Perbedaan zona waktu membuat perjalanan Si Kecil terasa lebih panjang, karena harus melewati pergantian siang ke malam atau malam hingga ke siang hari.

 



Selain itu, arah perjalanan pun akan menentukan lama waktu yang ditempuh dan seberapa besar efek jetlag yang mungkin akan Si Kecil alami. Menurut para ahli yang dikutip dari buku What To Expect The Toddler Years, perjalanan ke arah timur dianggap lebih mudah, karena jumlah waktu yang ditempuh lebih sedikit dari pada perjalanan ke arah barat. Kemungkinan terjadinya jetlag pun semakin kecil.

 

Namun, banyak orangtua menganggap bahwa perjalanan menuju arah timur tidak menguntungkan, karena dari perubahan waktu itu, mereka jadi kehilangan waktu (waktu menjadi mundur dari tempat keberangkatan), sehingga jumlah total waktu perjalanan hingga pulang kembali ke tempat asal lebih panjang.

 

Terlepas dari arah tujuan perjalanan Anda, jadikan tips berikut ini sebagai panduan Anda sebelum melakukan perjalanan jauh dan mengurangi efek jetlag Si Kecil:



 

Tetap jalankan rutinitas lama

Selain bermain, Anda tidak harus mengubah jenis dan urutan aktivitas rutin Si Kecil yang lain, seperti makan, mandi, dan tidur. Hal ini bisa dilakukan jika Anda melakukan perjalanan selama tidak lebih dari 1 minggu. Upaya ini lebih bijaksana daripada Anda harus merubah rutinitasnya dalam tenggang waktu yang singkat dan justru membuat Si Kecil semakin bingung. Sementara untuk menghilangkan perbedaan waktu, Anda bisa coba memasang ulang waktu di jam tangan Anda atau Si Kecil sesuai dengan waktu di tempat tersebut. Jadi meskipun waktu di jam dinding berubah, aktivitas yang sama seperti di rumah masih bisa dilakukan.

 

Melatih jadwal  tidur

Khusus untuk tidur, Anda bisa mengatur jadwal jam serta durasi waktu tidur Si Kecil. Sebab, ada beberapa waktu (musim) di tempat tertentu yang memiliki 4 musim, sehingga malam hari muncul lebih awal dan dengan durasi yang singkat atau panjang dan memengaruhi jumlah jam tidur malam Si Kecil. Anda bisa coba melatihnya untuk tidur lebih awal dan membangunkannya pada waktu yang seharusnya (matahari mulai terbit), meskipun jumlah jam tidurnya lebih singkat. Membacakan cerita atau menonton film kartun kesukaannya pada sore hari mungkin akan membuatnya lebih cepat lelah dan bisa tidur lebih cepat ketika malam tiba. Pada awalnya, Si Kecil mungkin akan rewel, tetapi jika dilatih perlahan-lahan, ia akan terbiasa.

 

Tetap sediakan makanan favoritnya

Balita pada umumnya memiliki nafsu makan yang cukup besar dan sangat menyukai makanan jika memang cocok dengan seleranya. Bila sedang berada di negeri orang, sebaiknya Anda tetap menyediakan makanan favoritnya meskipun harus dengan usaha ekstra. Hal ini dilakukan agar asupan gizi dari makanannya tetap terjaga. Jangan paksa ia untuk menyukai makanan khas di tempat tersebut, jika tidak sesuai dengan seleranya karena akan membuat nafsu makannya berkurang.  

 

Hadapi kerewelannya dengan tenang

Kemana pun Anda pergi mengajak Si Kecil untuk liburan atau tujuan lain yang melewati zona waktu yang berbeda akan memunculkan suatu hal yang berbeda pula. Perbedaan tersebut bisa membuatnya kaget, sehingga ia rewel dan marah. Hadapi kondisi itu dengan kelembutan, coba latih Si Kecil dengan 'kebiasaan barunya' secara perlahan, hingga ia terbiasa. Beberapa hari setelah tiba di negara tujuan, upayakan untuk tidak melakukan aktivitas yang jauh dari tempat menginap dalam waktu lama. Anda dan Si Kecil perlu cukup waktu untuk mengembalikan energi tubuh yang hilang selama perjalanan. (IMR/Sagar/DC/Dok. M&B UK)      



Tags: bayi,   balita,   anak,   anak_mengalami_jetlag,   liburan_bersama_anak