Mother&Baby Indonesia
Bahayakah Bayi Tidur dengan Mata Terbuka?

Bahayakah Bayi Tidur dengan Mata Terbuka?

Coba perhatikan ketika bayi Anda tidur, apakah matanya tertutup rapat atau sedikit terbuka? Bila sedikit terbuka, Anda tak perlu takut atau khawatir. Menurut Tara Levy, dokter naturopati dari Concord, California, tidur dengan kelopak mata terbuka atau dalam istilah medis disebut nocturnal lagophthalmos, merupakan hal normal bagi bayi. Apalagi, jika ia masih berusia 12-18 bulan.

 

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menjelaskan mengapa bayi bisa mengalami tidur ala 'zombie' ini. Namun, kemungkinan ada hubungannya dengan tidur REM (Rapid Eye Movement) atau tahap tidur aktif. “Bayi menghabiskan lebih banyak waktu tidur REM dibandingkan orang dewasa, yaitu sebanyak 50 persen dari waktu tidur mereka,” tambah dr. Levy.



 

Meskipun tidak berbahaya, Anda mungkin cukup terganggu melihat Si Kecil tidur dengan kelopak mata sedikit terbuka. Jika ya, sentuh kelopak matanya dan tutup pelan-pelan. Anda boleh menghubungi dokter anak bila kebiasaan ini berlangsung sepanjang tidurnya atau terjadi setiap hari, meskipun usianya sudah lebih dari 18 bulan.



 

“Pada kasus tertentu, cacat pada kelopak mata bisa ditandai dengan sulitnya kelopak mata ditutup dengan normal, namun ini jarang terjadi. Jadi sekali lagi, Anda tak perlu terlalu khawatir,” tutup dr. Levy. (LD/Sagar/DC/Dok. M&B UK)



Tags: bayi,   balita,   anak,   bayi_tidur,   mata_bayi,   rem










Cover April 2020