Mother&Baby Indonesia
Infeksi Vagina saat Hamil

Infeksi Vagina saat Hamil

Mengidap bacterial vaginosis (BV) saat Anda hamil dapat meningkatkan risiko persalinan prematur. Beberapa penelitian juga menunjukkan hubungan infeksi ini dengan keguguran, pecah ketuban terlalu cepat, dan infeksi saluran kencing pasca-persalinan. Salah satu gejala BV adalah cairan vagina berwarna putih keabuan yang berbau amis. Tetapi, terkadang BV tidak memiliki gejala yang kasat mata.

 



Pengobatan perlu dilakukan untuk mencegah persalinan prematur. Jika Anda terdiagnosis BV, dokter akan memberikan antibiotik yang aman untuk kehamilan. Dalam banyak kasus, antibiotik ini akan menyembuhkan infeksi, meski kadang bisa timbul kembali. Sekitar 30 persen wanita kembali memiliki gejala BV 3 bulan setelah sembuh. Hal ini karena bakteri baik belum tumbuh cukup cepat, sehingga 'mengalahkan' kecepatan tumbuh bakteri buruk yang sudah dimatikan oleh antibiotik. Jika ini terjadi, konsultasikan kembali dengan dokter Anda.

 



Tidak ada yang tahu apa yang bisa memicu ketidakseimbangan bakteri pada vagina. Jadi, tidak ada satu hal yang Anda bisa lakukan untuk melindungi diri dari BV. Namun, Anda bisa melakukan hal-hal berikut ini untuk mengurangi risiko terkena infeksi vagina.

 

  • Jaga vagina agar tetap kering dan bersih.
  • Tidak menggunakan pembersih vagina (vaginal douche) atau sabun berpengharum pada vagina. Produk-produk ini akan menginterupsi keseimbangan bakteri di vagina dengan mematikan bakteri baik.
  • Tidak merokok.
  • Kurangi tingkat stres Anda.
  • Makan yoghurt atau minum tablet Lactobacillus acidophilus jika Anda sedang dalam pengobatan antibiotik untuk infeksi jamur.
  • Kendalikan kadar gula darah Anda jika Anda memiliki diabetes (atau diabetes kehamilan). (M&B/OCH/Dok. M&B UK)



Tags: infeksi vagina,   bakteri,   hamil,   keputihan








Related Article