Mother&Baby Indonesia
Anak Jago Kandang

Anak Jago Kandang

“Di hadapan banyak orang anak saya pemalu sekali, tetapi kalau di rumah ia sangat berani. Dasar jago kandang!” Pernyataan ini sering dilontarkan para ibu dan mungkin Anda salah satunya. Menurut psikolog keluarga, Rosdiana Setyaningrum, M.Psi., MHPEd., seorang anak dikatakan jago kandang bila ia hanya berani di rumah atau di lingkungan orang-orang terdekatnya saja.

 

Biasanya, anak akan merasa lebih berkuasa terhadap orang-orang yang lebih lemah darinya. Sifat ini timbul karena orangtua terlalu memanjakannya. Akibatnya, ia tidak mempunyai respek terhadap orang lain dan jika dibiarkan, sifat ini akan terbawa sampai dewasa. Ia pun kelak akan menjadi pribadi yang tidak percaya diri, karena terbiasa mendapat perlindungan dari orang lain.



 

Pada kasus yang lebih parah, seseorang yang jago kandang sejak kecil, akan mudah melakukan penganiayaan terhadap orang yang lebih lemah. Ini juga bisa menimpa orangtua, jika terlalu memenuhi apa pun permintaan anaknya.

 



Penanganan terhadap masalah ini dapat dilakukan dengan memperbaiki pola asuh dalam keluarga. Anda boleh bersikap demokratis terhadap anak, tapi bukan berarti permisif. Beritahu Si Kecil bagaimana cara bersikap terhadap orang lain. Penting juga untuk mengajarkan kemandirian, agar ia punya rasa percaya diri.

 

Anak jago kandang tidak mempunyai kepercayaan diri, karena ia tidak mandiri. Tidak ada salahnya juga jika sesekali Anda memberinya hadiah jika berperilaku baik. Pemberian hadiah atas sikap baik akan membuat anak terdorong untuk melakukan hal yang sama di waktu-waktu selanjutnya. (SDS/Sagar/DC/Dok. M&B UK)



Tags: balita,   anak,   anak_jago_kandang








Cover Maret 2020