Mother&Baby Indonesia
Waspadai Gejala Kanker Pada Anak

Waspadai Gejala Kanker Pada Anak

Berdasarkan data Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), menurut Pediatric Blood Cancer 2011, asumsi jumlah penderita kanker baru setiap tahunnya mencapai sekitar 4.320 anak. Kanker pun diperkirakan menyumbang 10 persen penyebab kematian anak. Minimnya informasi tentang kanker dan biaya pengobatan yang mahal umumnya membuat anak terlambat dibawa ke rumah sakit dan akhirnya tidak tertolong.

 

(Baca : Kanker Pada Anak Masih Banyak Terjadi)



 

Sebenarnya semakin cepat deteksi dini dilakukan, kanker akan semakin mudah ditangani dan diobati sehingga kematian pun dapat dihindari. Karenanya, Anda perlu mengetahui gejala-gejala kanker. Dilansir melalui situs resmi RS Dharmais, berikut beberapa gejala jika anak terkena kanker.

 

1. Leukemia
Bila kadar eritrosit dalam darah rendah, Si Kecil akan terlihat pucat. Selain itu, ia sering mengalami demam tanpa diketahui penyebabnya akibat kadar leukosit di dalam darah yang rendah dan juga perdarahan, seperti perdarahan kulit, gusi, atau mimisan akibat kadar trombosit di dalam darah yang rendah. Di tahap lanjut, Si Kecil akan mengalami kejang, pembengkakan gusi, nyeri tulang, perut terlihat membesar, dan testis tampak membesar dan keras.

 

2. Mata
Mata Si Kecil terlihat seperti mata kucing, memerah, terjadi gangguan penglihatan, atau juling. Khusus tentang mata merah, biasanya orangtua akan memberi obat tetes mata yang dijual bebas di pasaran. Orangtua boleh saja melakukan tindakan tersebut, namun bila dalam 3 hari tidak membaik, segera bawa ke dokter sebab mungkin saja itu gejala awal kanker mata.

 

3. Leher
Waspadalah bila menemui benjolan yang dijumpai di leher Si Kecil bertambah besar dalam waktu singkat. Biasanya Si Kecil tidak mengeluh kesakitan bila benjolan ditekan atau dipegang. Berbeda dengan benjolan yang timbul akibat infeksi yang umumnya akan terasa sakit bila ditekan atau dipegang dan terasa panas bila diraba.

 



4. Paru
Anak-anak tidak akan mengalami kanker paru kecuali itu adalah sel kanker lain yang telah menyebar ke paru-paru. Cirinya adalah Si Kecil kerap sesak napas dan hasil rontgen ditemukan tanda kanker. Salah satu jenis kanker pada anak yang dapat menyebar hingga ke paru-paru adalah kanker tulang.

 

5. Perut
Banyak organ yang dapat dijumpai dalam perut, antara lain hati, ginjal, indung telur, dan lain-lain. Semua organ tersebut dapat terkena kanker. Secara fisik, perut Si Kecil akan terlihat membuncit dan bila ditekan akan teraba suatu benjolan. Jika Si Kecil positif kanker pada organ perut, jangan terlalu sering menekan perut sebab tekanan justru mempermudah penyebaran.

 

6. Alat Kelamin
Sama seperti kanker paru, kanker testis pada anak laki-laki terjadi karena penyebaran sel kanker di tempat lain, yang sering terjadi adalah penyebaran leukemia. Secara fisik, testis kanan dan kiri terlihat tidak sama besar, testis terasa keras saat diraba, dan tidak dijumpai tanda-tanda infeksi.

 

7. Tangan Atau Kaki
Waspada bila terlihat ada bengkak pada tangan atau kaki. Pembengkakan ini biasanya dapat disertai dengan demam atau nyeri.

 

8. Otak
Benjolan pada otak memang tidak dapat dilihat maupun diraba. Walaupun demikian, orangtua tetap dapat mewaspadai gejala kanker otak. Gejala-gejala tersebut antara lain adalah pusing, muntah yang menyemprot, lumpuh, dan gangguan keseimbangan. (SA/Sagar/DT/Dok. M&B)



Tags: balita,   anak,   kanker










Cover Mei-Juni-Juli 2020