Mother&Baby Indonesia
Perawatan Tubuh di Masa Nifas

Perawatan Tubuh di Masa Nifas

Tanya
“Saya sangat khawatir dengan kondisi tubuh pasca-persalinan nanti. Perawatan tubuh apa saja yang bisa saya lakukan selama masa nifas?” Melia, 27, hamil 7 bulan.

 

Jawab



Ramuan Madura
"Setelah melahirkan Kyneara, saya mendapatkan satu paket lengkap jamu-jamuan khas Madura dari mertua. Isi paketnya bukan hanya jamu, tapi ada juga pilis dan lulur yang harus saya gunakan selama tiga bulan. Awalnya saya merasa perawatan tradisional semacam itu sungguh merepotkan. Namun, demi kesehatan, akhirnya saya tetap menjalaninya. Agar bentuk perut kembali seperti sebelum hamil dulu, saya menggunakan kain panjang yang dililitkan ke perut atau stagen. Sebenarnya perawatan tubuh di masa nifas sudah banyak sekali jenis dan macamnya, mulai tradisional sampai modern, tapi saya rasa hasilnya baru akan memuaskan jika dijalani dengan displin dan ikhlas. Hal lain yang tak kalah penting adalah jangan sampai perawatan tubuh selama masa nifas mengganggu kualitas dan kuantitas ASI buat Si Kecil."

(Reyne Swantika Dewi, ibu dari Kyneara, 3)

 

Jasa Paraji
"Setiap pagi saya rutin minum jamu yang biasa dijajakan oleh seorang penjual jamu keliling langganan. Tentunya jamu yang saya minum bukan jamu biasa tapi memang khusus diramu untuk para ibu yang habis melahirkan. Selain itu, 10 hari sekali, saya selalu dipijat dan dilulur oleh seorang dukun beranak atau dalam masyarakat Sunda dikenal dengan istilah ‘paraji’. Berat saya selama masa nifas juga berhasil turun dengan cara menggunakan stagen yang dililit kencang. Alhamdulillah semua kerja keras saya melakukan perawatan tubuh selama masa nifas terbayar, karena tubuh kembali bugar dan berat badan berhasil turun sebanyak 15 kg dari berat badan sebelum melahirkan."

(Desiani Ikawati, 27, ibu dari Xaviera, 1 tahun 8 bulan)

 



Ritual Batak Toba
"Selama masa nifas, ibu mertua membantu merawat saya dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Ia juga mengajarkan saya ritual perawatan tubuh setelah melahirkan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Batak Toba. Sampai sekarang khasiat perawatannya masih terasa, lho. Hal pertama yang dilakukan dalam ritual ini adalah mandi air hangat setiap pagi, setelah itu untuk mengencangkan perut dengan memakai kain gurita. Perawatan berlanjut dengan tidur di atas dipan yang di bawahnya dibakar kayu arang, ini bisa membuat badan terasa rileks dan hangat. Mengenai menu makanan, selama masa nifas, saya selalu menyantap sop ayam kampung, kuning telur ayam kampung, dan minum rebusan air sirih. Satu lagi ajaran dari ibu mertua saya adalah banyak makan sayur bangun-bangun, yang sangat khas dan terkenal di masyarakat Batak karena dipercaya bisa menambah produksi ASI."

(Sitohang Meri, ibu dari Raja Darren Alvaro, 1 tahun)

 

Senam Nifas
"Supaya tetap terlihat sehat dan cantik selama masa nifas, saya rajin minum vitamin dan obat penambah darah yang diresepkan oleh dokter kandungan. Asupan selama masa nifas juga selalu saya jaga, misalnya dengan menghindari makanan bersantan dan gorengan. Saya menjadi lebih rajin mengonsumsi berbagai macam sayuran, ikan, dan telur, sebab saya percaya, asupan yang baik bisa membuat tubuh bugar sekaligus menjaga kualitas ASI. Terakhir, seminggu setelah melahirkan saya rutin melakukan senam nifas. Semua gerakannya saya pelajari dari buku dan video."

(Luluk Annisa, 27, ibu dari Haaziq Ezhar Alfarezel, 6 bulan)

(Karina/Aulia/DT/dok.M&B)



Tags: persalinan,   newmom,   kesehatan








Related Article