Mother&Baby Indonesia
Waspada Mastitis pada Ibu Menyusui

Waspada Mastitis pada Ibu Menyusui

Payudara membengkak dan terasa nyeri? Jika ini terjadi pada ibu menyusui, bisa jadi Anda mengalami mastitis. Menurut sumber M&B UK, mastitis adalah kondisi umum yang memengaruhi sekitar satu dari 10 ibu menyusui, dan biasanya muncul sekitar tiga bulan setelah melahirkan. Tak perlu khawatir, kondisi ini tidak menghentikan kegiatan menyusui Anda, dan dapat dengan mudah diobati.

 

Apa itu?



Mastitis merupakan keadaan di mana jaringan payudara terinfeksi oleh bakteri dan meradang. Akibatnya payudara juga akan berubah warna menjadi kemerahan dan terasa hangat ketika Anda menyentuhnya. Ketika mengalami hal ini, umumnya seseorang juga akan mengalami demam, nyeri,  dan menggigil, serta rasa terbakar saat menyusui. Kondisi ini juga dapat membuat Anda merasa lelah dan letih sehingga Anda akan lebih sulit menyusui.

 

Penyebab

Mastitis muncul karena beberapa faktor, antara lain puting pada payudara retak akibat posisi menyusui yang tidak benar. Akibatnya, bakteri jadi lebih mudah masuk ke dalam jaringan payudara Anda, dan menyebabkan infeksi.

 

Selain itu, ini bisa terjadi karena payudara tersentuh oleh kulit yang memang mengandung bakteri atau dari mulut bayi yang sedang Anda susui. Bakteri tersebut dapat masuk ke dalam payudara melalui lubang saluran susu. Ibu yang pernah mengalami penyakit mastitis sebelumnya, dan memiliki anemia juga lebih berisiko mengalami mastitis. Mastitis juga dapat terjadi karena penyumbatan susu yang tidak keluar ketika menyusui. Hal tersebut memang membuat Anda lebih rentan terinfeksi oleh bakteri.



 

Bagaimana Mengatasinya?

Konsultasikan segera keadaan Anda pada bidan atau dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Hal ini juga dapat mencegah mastitis berkembang ke stadium yang lebih parah. Penanganan yang lambat dapat menimbulkan komplikasi, seperti munculnya nanah pada payudara.

 

Beristirahat dan minum lebih banyak air putih juga akan membantu meringankan mastitis Anda. Selain itu, Anda juga bisa mengompres payudara Anda dengan air dingin untuk meredakan nyeri puting yang meradang. Menyusui dengan teratur juga merupakan bagian penting dari pemulihan Anda.

 

Yang perlu diperhatikan, ketika Anda mengalami mastitis, ASI bisa menjadi lebih asin dan membuat beberapa bayi jadi tidak mau menyusu. Hal tersebut akan menyebabkan penurunan pasokan ASI Anda. Perah ASI setiap setiap tiga jam akan membantu mengimbangi penurunan dan memastikan Anda tidak kelebihan pasokan ASI. (Aulia/DT/dok.M&B)
 



Tags: asi,   menyusui,   pekan_asi,   ibu,   mastitis,  










Cover Mei-Juni-Juli 2020