Mother&Baby Indonesia
Demam Berdarah Berbahaya Bagi Janin

Demam Berdarah Berbahaya Bagi Janin

Pada peringatan Hari Dengue ASEAN pada 15 Juni lalu, dikemukakan bahwa angka kejadian demam berdarah di negara-negara Asia Tenggara masih menduduki posisi tertinggi. Di Indonesia sendiri beban ekonomi yang ditimbulkan akibat demam berdarah melebihi 200 juta dollar US per tahun atau lebih dari sepertiga angka dari keseluruhan di wilayah Asia Tenggara.

 

Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Sri Rezeki S. Hadinegoro Sp.A(K), menyebutkan, ”Sebenarnya angka kematian dengue saat ini telah menurun secara signifikan, dari 46 persen pada tahun 1968 menjadi 1,2 persen pada tahun 2013. Pada awalnya infeksi dengue banyak mengenai anak-anak, terutama anak sekolah dasar. Sejak tahun 2000 kasus dewasa muda meningkat jadi 50 persen dari jumlah keseluruhan. Walaupun angka kematian lebih banyak terjadi pada anak-anak.”



 



Demam berdarah umumnya jarang menyerang ibu hamil, namun tetap bisa terjadi. Karena penyakit virus seperti itu cukup berat, Prof. Sri menuturkan demam berdarah pada ibu hamil dapat berpengaruh pada janinnya. Ibu dapat mengalami keguguran atau bayinya meninggal di dalam janin. ”Tergantung apakah ibunya ada kompleks internal atau tidak. Yang pasti kalau selamat, tidak akan membuat bayinya cacat saat dilahirkan,” ujarnya dalam acara press conference ASEAN Dengue Day yang diadakan Snofi Pasteur pada hari Minggu kemarin (15/06). (Sagar/DT/Dok. M&B)



Tags: demam berdarah,   hamil,   ibu,   wanita,   dengue,   bayi,   keguguran








Cover Maret 2020