Mother&Baby Indonesia
Gejala Serangan Panik

Gejala Serangan Panik

Serangan panik bisa datang dengan mendadak tanpa peringatan. Bisa datang saat Anda menyetir, berada di mal, saat tidur, atau ketika Anda berada di tengah-tengah rapat. Ini sering terjadi pada orang-orang dewasa dan lebih banyak menyerang wanita daripada pria. Ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya serangan panik, misalnya ada silsilah keluarga yang juga sering mengalami serangan panik atau panic disorder, stres yang berkepanjangan, kematian atau sakit parah yang dialami oleh orang tercinta, perubahan besar yang terjadi dalam kehidupan, pernah mengalami kekerasan fisik atau kekerasan seksual di masa kecil, serta mengalami trauma berat.

 

Dilansir melalui Mayoclinic, serangan panik memiliki banyak variasi. Namun pada umumnya gejala-gejala tersebut terjadi hampir sekitar 10 menit. Setelah mengalaminya Anda akan merasa sangat kelelahan dan letih. Terdapat beberapa gejala yang terjadi saat serangan panik melanda:
1.Merasakan adanya bahaya dan malapetaka
2.Ketakutan akan kehilangan kontrol atau kematian
3.Jantung berdebar keras
4.Berkeringat
5.Gemetaran
6.Sesak napas
7.Hiperventilasi
8.Panas dingin
9.Tubuh terasa panas
10.Mual
11.Kram perut
12.Nyeri pada dada
13.Sakit kepala
14.Pingsan
15.Merasa seperti tercekik
16.Kesulitan menelan



 

Salah satu hal terburuk dari serangan panik adalah Anda akan memiliki lebih banyak lagi ketakutan. Anda takut jika menghadapi situasi lainnya, serangan panik itu akan datang kembali. Anda pun kemudian akan ketakutan untuk keluar rumah (agoraphobia) karena merasa tidak ada tempat yang aman.



 

Sebelum itu terjadi, segeralah minta bantuan tenaga medis. Serangan panik sangat sulit diatasi sendirian dan akan semakin parah jika tidak segera mendapatkan pengobatan. Dan karena gejala-gejala serangan panik menyerupai masalah yang serius, seperti serangan jantung, sangat penting untuk mengevaluasi kesehatan Anda. (Sagar/DT/Dok. Freedigitalphotos)



Tags: serangan_panik,   panik,   kesehatan,   serangan_jantung,   stres,   genetik,   otak,   gejala








Cover Maret 2020