Mother&Baby Indonesia
Membentuk Perilaku Baik dalam Diri Anak

Membentuk Perilaku Baik dalam Diri Anak

Memasuki usia 2 tahun, Si Kecil akan semakin aktif dan membuat Anda begitu kewalahan. Tetapi hal itu perlu disyukuri, karena berarti ia tumbuh dan berkembang dengan baik. Anda pun mungkin akan terkejut melihat betapa cepatnya ia belajar mengenai tata krama yang diterapkan di lingkungan sekitarnya, seperti soal apa yang baik dan tidak baik untuk dilakukan. Ia mempelajari semuanya tanpa Anda sadari dengan cara melakukan banyak hal sambil memerhatikan reaksi orang-orang atas tindakannya. Dilansir melalui Babycenter, Anda bisa mengajarkan tata krama sejak dini supaya Si Kecil lebih cepat mengerti dan terbiasa berperilaku baik.

 

Menjadi role model yang inspiratif
Cara terbaik membuat Si Kecil tumbuh menjadi anak yang sopan adalah dengan menunjukkan perilaku sopan kepadanya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Di usia 2 tahun, idola anak adalah ibu dan ayahnya, karenanya selalu contohkan perbuatan dan ucapan yang baik saat bersamanya.



 

Mulai dari hal kecil
Kata maaf, tolong, dan terima kasih merupakan 3 kata ajaib yang harus Anda ajarkan kepada Si Kecil ketika ia sudah mulai bisa bicara. Tidak mudah memang mengajarinya mengucapkan kata-kata tersebut, namun dengan latihan yang konsisten, ia pasti akan terbiasa mengucapkannya.

 

Patuh di meja makan
Belajar duduk tenang selama 5 menit adalah hal tersulit bagi anak usia 2 tahun dan makan malam keluarga bisa jadi kegiatan yang paling mengerikan baginya. Namun, Anda tetap perlu mengajarinya mengikuti kegiatan makan malam bersama dengan tenang tanpa berlarian. Agar tidak memberatkan Si Kecil, lakukan latihan tenang selama makan malam secara bertahap, awali dari 5 menit, 10 menit, kemudian 15 menit. Anda bisa memasang timer dan minta ia tetap makan di tempat duduknya sampai alarm berbunyi. Saat harus makan malam di rumah teman atau keluarga, katakan kepada Si Kecil untuk menunjukkan 'kemampuan duduk tenangnya' kepada orang-orang. Berikan pujian jika ia berhasil duduk tenang selama mengikuti jamuan makan malam. Apabila ia gagal, jangan dimarahi, semangati ia untuk bisa melakukannya dengan baik di lain waktu.



 

Menyapa secara sopan
Ketika Si Kecil menginjak usia 2 tahun, ia sudah mampu mengucapkan kata 'halo' saat bertemu seseorang atau berkunjung ke rumah orang lain, serta mengucapkan 'sampai jumpa' saat pulang. Namun, Si Kecil adalah makhluk yang sukar diprediksi. Terkadang, ia bisa membuang muka saat bertemu orang lain dan enggan mengucapkan salam. Secara umum, hal itu tidak jadi masalah. Anda pun bisa mengajarinya beberapa cara sapaan lain, seperti mencium tangan dan menanyakan kabar. Siapa tahu, saat kondisi hatinya sedang baik ia akan melakukan semua yang sudah diajarkan.

 

Aturan di arena bermain
Pertengkaran anak-anak biasanya terjadi karena mereka berebut mainan. Jangan terlalu berharap anak-anak lain akan berbaik hati meminjamkan mainannya kepada Si Kecil. Tetapi, ada baiknya jika Anda memberikan beberapa peraturan sebelum mulai bermain dengan teman-temannya. Jelaskan kepadanya kalau ingin meminjam mainan orang lain, ia harus bersabar menunggu giliran. Saat bermain pun ingatkan kalau ia tidak boleh menyakiti temannya, seperti memukul, menggigit, menendang, atau menjambak rambut. Anda harus tegas! Bila perlu, segera minta Si Kecil berhenti bermain jika terjadi sesuatu yang dapat membahayakan dirinya atau anak lain. Jangan lupa berikan pujian kalau Anda melihat Si Kecil meminjamkan mainannya kepada anak lain. Pada usia ini, anak masih sulit untuk mengerti konsep berbagi. Jadi memberikan pujian saat ia berbaik hati berbagi mainannya adalah hal yang penting. (Sagar/DC/Dok. M&B)



Tags: anak,   orangtua,   tata_krama,   perilaku,  










Cover Mei-Juni-Juli 2020