Mother&Baby Indonesia
Membangun Kedekatan dengan Bayi

Membangun Kedekatan dengan Bayi

Di awal kehidupannya, bayi sangat rapuh dan merasa asing dengan dunia baru. Ia membutuhkan orang-orang yang bisa memberikannya rasa aman dan nyaman. Oleh karena itu, Anda sebagai orangtua sangat berpengaruh untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi Si Kecil supaya ia dapat cepat beradaptasi serta menikmati hari-harinya bersama orang-orang yang mengasihinya. Dilansir dari Babycenter, ada 5 langkah yang bisa dilakukan untuk membangun kedekatan dengan Si Kecil.

 

1. Mengerti tanda dan cara Si Kecil berkomunikasi
Setiap bayi memiliki caranya masing-masing untuk mengekspresikan diri, namun ada beberapa tanda yang umum dilakukan. Aksi mengisap jari biasanya dilakukan bayi saat mereka butuh diperhatikan, lapar, atau butuh ditenangkan. Melengkungan punggungnya menandakan ia merasa tidak nyaman atau terlalu banyak distimulasi. Mengerutkan dahi berarti sinar di ruangan tersebut terlalu terang atau ia sedang merasa cemas. Sementara itu, menangis bisa diartikan banyak hal dan saat Si Kecil berteriak kencang, itu menandakan ia sedang merasa frustasi. Jika Anda tetap tenang menghadapinya, ini akan membantu untuk lebih mengerti apa yang sebenarnya bayi Anda ingin utarakan. Apakah ia lapar, lelah, sedih, atau tidak nyaman.



 

2. Ciptakan kepercayaan dan rasa aman
Seiring Anda terus mempelajari perilakunya dan merespons setiap tindakannya, bayi Anda pun mulai percaya bahwa semua kebutuhan dasarnya akan terpenuhi dan lingkungan di sekitarnya aman. Anda dapat membantunya beradaptasi dengan lingkungan kehidupan barunya melalui kontrol diri dan selalu tenang sejak ia masih di dalam kandungan, terutama di bulan pertama kelahirannya.

 

3. Terapkan konsistensi dan selalu respons tindakan Si Kecil
Setiap interaksi yang dilakukan dengan bayi Anda adalah kesempatan Anda untuk mendekatkan diri kepadanya. Walaupun orangtua tidak bisa setiap saat melakukan hal tersebut, usahakanlah untuk menciptakan pola yang konsisten. Saat orangtua merespons komunikasi bayi, saat itulah pesan yang kuat dikirimkan, yaitu orangtua sangat peduli dengan perasaan bayi, ia dijaga, dirawat, serta aman saat berada bersama mereka. Meski bayi tidak mengerti respons yang Anda ucapkan, ia mampu merasakan niat Anda.



 

4. Mendekatkan diri melalui sentuhan, tawa, bermain, dan kenyamanan fisik
Kebanyakan orangtua takut bayi menjadi manja karena terbiasa dipeluk dan digendong. Namun, sebenarnya otak dan sistem tubuh bayi masih sangat muda sehingga mereka tidak bisa dibebaskan begitu saja dan butuh sentuhan maupun dukungan dari Anda. Studi dari beberapa dekade terakhir menunjukkan manfaat kesehatan fisik, mental, sosial, dan emosional bagi anak seumur hidupnya bila ia menerima perhatian dan perawatan yang positif, hangat, serta konsisten dari orangtua pada masa tumbuh kembangnya.

 

5. Peduli pada diri sendiri dan kestabilan emosi
Saat Anda fokus mengamati Si Kecil dan selalu merespons segala tindakannya, Anda pun menjadi lupa kebutuhan diri sendiri. Padahal itu sangat penting! Sebagai ibu baru, tubuh Anda akan sangat kelelahan setelah melalui proses kehamilan dan persalinan. Maka dari itu sangat penting bagi Anda untuk melakukan hal-hal seperti makan-makanan bergizi, berjalan-jalan ke luar rumah, dan beristirahat yang cukup. Stres, lelah, mudah marah, dan keinginan menarik diri dari dunia luar adalah hal yang tipikal dirasakan setiap orangtua baru. Depresi pasca-persalinan, rasa cemas, atau perubahan mood sangat umum terjadi. Apabila tidak diatasi, semua ini akan berpengaruh secara signifikan pada kedekatan antara Anda dan bayi. (Sagar/OCH/Dok. M&B)



Tags: bayi,   anak,   orangtua,   kedekatan,   ayah,   ibu