Mother&Baby Indonesia
Mamografi untuk Deteksi Kanker Payudara

Mamografi untuk Deteksi Kanker Payudara

Sampai saat ini, mamografi masih menjadi metode utama untuk mendeteksi kanker payudara, karena hasilnya cukup akurat dan radiasinya kecil. Akan tetapi, mamografi ternyata dianjurkan hanya untuk wanita usia 40 tahun ke atas.

 

“Pada wanita usia 40 tahun, jaringan lemak di payudaranya lebih banyak, sehingga gambar dari mamografi akan lebih mudah dilihat dan dapat mendeteksi tumor yang kecil sekalipun. Kecuali bagi wanita yang memiliki faktor risiko, mamografi boleh dilakukan di usia 35 tahun,” ungkap dr. Nina I. S. H. Supit, Sp.Rad(K) dari Mayapada Hospital.



 



Lalu bagaimana untuk wanita di bawah usia 40 tahun? Dokter Nina menyarankan untuk wanita muda yang ingin mendeteksi kanker payudara dapat menggunakan metode ultrasonografi (USG). Untuk wanita yang menggunakan implan, wanita hamil dan menyusui, atau wanita yang memiliki kista pun disarankan mendeteksi kanker payudara dengan USG. “Kalau wanita yang sedang menyusui dimamografi, ASI-nya akan tersembur ke luar. Sedangkan USG lebih baik untuk memilah antara kista dan tumor padat. Kalau strukturnya cair, maka ia akan berwarna hitam,” tutupnya. (Sagar/DMO/Dok. M&B)



Tags: kanker payudara,   kanker,   deteksi,   payudara,   mamografi,   usg,   ultrasonografi










Cover Mei-Juni-Juli 2020