Mother&Baby Indonesia
Pentingnya Edukasi Seks Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Seks Sejak Dini

Terkuaknya kasus pelecehan seksual yang baru saja terjadi pada anak usia 5 tahun di sekolahnya membuat setiap orang, terutama para orangtua, bergidik dan merasa miris. Bagaimana tidak? Anak yang masih polos dan tidak berdosa tersebut dianiaya dan dilecehkan di dalam sekolah, tempat yang seharusnya aman dan nyaman baginya untuk bereksplorasi serta bersosialisasi.

 

Untuk menghindari hal itu terjadi kepada Si Kecil, peranan Anda pun sangat dibutuhkan. Amatilah perilakunya setiap saat. Tanyakan kepada Si Kecil dan juga orang-orang di sekitarnya, apa saja yang terjadi selama Anda tidak bersamanya. Memberikan edukasi seks sejak dini juga perlu dilakukan setiap orangtua. Meski topik ini mungkin terasa tabu untuk dibicarakan, tanamkan dalam benak Anda bahwa memberikan edukasi seks penting untuk melindungi Si Kecil.



 

Dilansir melalui Whattoexpect dan Mayoclinic, berikut beberapa hal yang harus Anda lakukan terkait masalah edukasi seks untuk Si Kecil.

 

Beri tahu nama yang sebenarnya
Saat Si Kecil mulai menunjuk setiap organ tubuhnya dan bertanya apa namanya, Anda tentu secara spontan memberi tahu. Tetapi, tidak begitu dengan alat vital. Orangtua sering kali memilih tidak menggunakan nama sebenarnya untuk menyebut alat vital. Padahal, penyebutan alat vital sesuai nama aslinya sangat penting dan membantu menghindari kebingungan pada Si Kecil. Jika sewaktu-waktu terjadi masalah pada bagian alat vitalnya, ia pun bisa berkomunikasi dengan jelas kepada Anda atau dokter yang menanganinya. Jadi, sebaiknya Anda tetap mengenalkan organ vital kepada Si Kecil sesuai dengan nama sebenarnya, yaitu penis dan vagina.

 



Lebih cepat lebih baik
Jangan menunggu! Semakin cepat Anda memberikan edukasi seks kepada Si Kecil semakin baik, daripada terlambat dan ia tahu dari sumber lain. Anak-anak memiliki rasa penasaran yang tinggi. Secara naluriah, mereka ingin tahu apa saja fungsi organ tubuhnya dan orang yang paling tepat memberi tahunya adalah Anda, orangtuanya sendiri. Selain itu, Anda juga bisa mengajarkan kepadanya bagian tubuh mana saja yang sifatnya pribadi dan tidak boleh diperlihatkan kepada orang lain.

 

Jawab dengan kata-kata yang sederhana
Memang sulit untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Si Kecil, terutama yang berhubungan dengan seks. Anda perlu berhati-hati dalam memberikan informasi kepadanya dan sesuaikanlah dengan usianya. Bila ia menanyakan apa itu vagina, jangan langsung panik dan pura-pura tidak mendengar pertanyaannya. Anda bisa menjawab secara sederhana kalau vagina adalah organ tubuh yang dimiliki perempuan, sedangkan penis itu organ tubuh yang dimiliki laki-laki. Jawaban sederhana itu cukup untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Jika ia bertanya lebih jauh, Anda tetap perlu menjawab, namun gunakan kata-kata yang sederhana. Saat menjawab, atur ekspresi wajah Anda agar tidak terlihat malu serta tidak tertawa, supaya Si Kecil mengerti kalau topik ini serius dan penting untuk diingat.

 

Tubuh berubah ketika dewasa
Anak-anak usia 3-4 tahun mulai suka mengamati lingkungan di sekitar mereka, termasuk perbedaan tubuh yang terlihat oleh matanya. Jadi, jangan heran jika suatu saat ia bertanya mengapa bentuk payudara Anda berbeda dengannya. Jelaskan kepadan Si Kecil bahwa tubuh manusia berubah ketika tumbuh dewasa. Tubuh semakin tinggi, rambut bisa berubah menjadi putih dan bisa rontok, ada pula rambut-rambut halus yang tumbuh di sekitar organ intim, serta payudara pada perempuan akan membesar. Dengan membicarakan topik ini, Si Kecil akan mengerti kalau tidak ada yang perlu ditakuti saat membicarakan semua bagian tubuhnya kepada Anda, termasuk organ vitalnya. (Sagar/DC/Dok. M&B)



Tags: anak,   edukasi seks,   seks,   seksual,   penganiyaan,   pelecehan seksual,   sekolah,   orangtua,   ibu,   ayah