Mother&Baby Indonesia
Baby Brain Bisa Diatasi?

Baby Brain Bisa Diatasi?

Saat hamil, banyak perubahan yang akan dialami. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga perilaku. Salah satu perubahan yang banyak dirasakan oleh ibu hamil adalah adanya sedikit gangguan yang terkait memori otak Sang Bumil. Mulai dari lupa-- tempat  memarkir mobil, tempat meletakkan kunci, mengangkat jemuran, hingga sulit berkonsentrasi. Tenang saja, Anda tidak sedang terkena penyakit ‘pikun dini’, tetapi kemungkinan Anda mengalami baby brain.

 

Baby brain adalah istilah yang menunjukkan adanya beban selama kehamilan. Istilah "baby brain" pada kehamilan dan new mom sebenarnya merupakan  istilah lama dan sering kali menjadi alasan perubahan tingkah laku para bumil yang pelupa. Namun, para ahli masih memiliki banyak pendapat yang berbeda tentang sindrom ini. Beberapa ahli masih belum meyakini dengan pasti-- apakah benar kehamilan dapat memengaruhi memori Sang Ibu.



 

Beberapa ilmuwan memang mengatakan bahwa perubahan hormon, fisik, dan emosional pada kehamilan adalah salah satu fase yang menjadikan Anda lebih siap menjadi seorang ibu bagi bayi Anda. Beberapa perubahan ini terjadi dengan mengorbankan memori atau kemampuan konsentrasi Anda dengan berbagai hal yang bersangkutan. Namun, penelitian di Australia pada 2010 cukup menolak gagasan tersebut, bahwa hal tersebut merupakan pengaruh dari sudut pandang kognitif masing-masing individu, bukanlah sebuah fase. Kondisi ini terjadi karena saat hamil, Anda memikirkan tentang beban baru dalam hidup Anda, yaitu menjadi seorang ibu.

 



"Anda harus memprioritaskan hal baru dalam hidup Anda dan bersiap-siap untuk memiliki bayi bersama pekerjaan-pekerjaan baru Anda. Tak heran, pikiran itu bisa mendominasi otak Anda, sehingga dapat melupakan banyak hal-hal yang kurang penting dari waktu ke waktu,” ungkap psikolog Sandra Wheatley, seperti dilansir dari sumber M&B UK.

 

Sandra menambahkan, apa pun beban pikiran Anda saat hamil, sebenarnya Anda bisa mengatasi kondisi ini. "Biasakan meletakkan suatu benda di tempat yang sama setiap waktu, tulis hal-hal yang ingin Anda lakukan dalam buku harian atau catatan, dan berikan pasangan Anda tanggung jawab terhadap tugas-tugas atau hal-hal tertentu untuk memeriksa atau memastikan sesuatu yang seharusnya Anda lakukan," ujar Sandra.  Selain itu, jangan takut untuk melibatkan orang lain untuk mengingatkan Anda tentang sesuatu janji atau jadwal pemeriksaan kandungan beberapa hari sebelumnya. Anda tidak perlu khawatir dengan banyak hal. Cobalah lebih bisa menikmati dan fokus pada hal yang paling penting, seperti kesehatan Anda dan calon bayi Anda. Sementara itu, cari beberapa trik sederhana untuk meningkatkan memori Anda. (Aulia/DMO/Dok. M&B)



Tags: ‘baby brain’,   hamil,   ibu,   wanita,   kehamilan,   bayi,   memori,   lupa,   otak








Cover Maret 2020