Mother&Baby Indonesia
Deteksi Dini Kanker Serviks dengan IVA

Deteksi Dini Kanker Serviks dengan IVA

Wanita cenderung enggan melakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi dini kanker serviks dengan berbagai alasan, salah satunya, biaya skrining yang relatif mahal. Padahal, biaya salah satu metode skrining yang dikenal dengan nama inspeksi visual asetat (IVA) sangat murah, sehingga dapat dilakukan seluruh wanita di segala lapisan masyarakat.

 

Metode IVA merupakan salah satu jenis skrining yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah ada kelainan sel di bagian serviks dengan menggunakan asam asetat berkonsentrasi 3 persen. Tes yang dilakukan cukup sederhana dan hasilnya akurat untuk bisa mendeteksi dini pra-kanker serviks. Karena biayanya yang cukup murah, metode IVA ini paling tepat digunakan di negara berkembang, seperti di Indonesia.



 



“Pengobatan kanker serviks memang sangat mahal. Saat ini, Indonesia masih belum mampu menyediakan pengobatan yang terbaru untuk para pengidap kanker serviks. Yang kita bisa lakukan adalah menjalani skrining minimal 1 tahun sekali, salah satunya dengan metode IVA ini. Bila kelainan sel cepat ditemukan, maka akan cepat juga wanita mendapatkan pengobatan. Walaupun tidak 100 persen semua pengidap bisa sembuh, namun setidaknya dapat mengurangi risiko kematian akibat kanker serviks,” tutup dr. Fitriyadi Kusuma, Sp.OG(K). (Sagar/DMO/Dok. M&B)



Tags: deteksi dini kanker serviks dengan iva,   wanita,   ibu,   kanker serviks,   kanker leher rahim,   iva,   skrining,   scr










Cover Mei-Juni-Juli 2020