Mother&Baby Indonesia
Peduli Kabut Asap di Riau

Peduli Kabut Asap di Riau

Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan di Pulau Sumatra, Indonesia, ini memang sudah sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, sudah lebih dari 30.000 orang mengalami masalah pernapasan akibat dari bencana ini. Dilansir melalui SBS Australia, juru bicara National Disaster Management Agency, Sutopo Nugroho, menyebutkan kabut asap di bagian Provinsi Riau sudah memasuki level bahaya. Jarak pandang hanya 200 m, serta kasus masalah pernapasan serta penyakit lain, seperti pneumonia, asma, iritasi mata dan kulit meningkat.

 

“Keadaan di sini, benar-benar menyedihkan dan tidak ada penanganan yang memadai. Kalaupun dibagikan masker, hanya masker yang warnanya hijau, padahal itu sudah tidak cukup lagi untuk mencegah polutan sebanyak ini terhirup oleh kita,“ begitu keluhan Denissa Pramesty, seorang warga yang tinggal di Kota Duri, Riau, terkait masalah kabut asap yang sedang menyerang. “Hari ini saya masih menemukan beberapa anak tetap bersekolah seperti biasa tanpa mengenakan masker sama sekali. Berbahaya sekali,“ ungkap Denissa.



 

Agar mengurangi risiko terkena masalah pernapasan akibat bencana asap, salah satu gerakan masyarakat melawan asap dalam akun Twitter @pekanbaruco menyarankan beberapa hal berikut yang dapat dilakukan.

 



1.  Jangan banyak melakukan aktivitas di luar rumah dan sediakan mesin pembersih udara dengan HEPA filter atau kipas angin di dalam rumah supaya terdapat sirkulasi udara. Jangan lupa untuk menutup seluruh jendela dan ventilasi.
2.  Gunakan masker N95, topi, serta membawa air minum dan handuk jika Anda terpaksa harus ke luar rumah.
3.  Cuci muka, berkumur, bersihkan bagian rongga hidung, dan mandi setelah pergi dari luar.
4.  Sebisa mungkin, jangan membawa Si Kecil ke luar rumah, karena sistem imun mereka belum sempurna untuk menahan serangan asap.
5.  Sebaiknya jangan merokok dan jauhi dulu para perokok aktif.
6.  Mengonsumsi lebih banyak buah, sayur, dan  suplemen vitamin C.
7.  Minum banyak air dan susu agar Anda terhindar dari dehidrasi. Hindari minuman berkafein dan alkohol.
8.  Kalau memungkinkan, sebaiknya Anda mengungsi sementara ke tempat yang tidak terkontaminasi asap. 

Moms, mari ikut peduli terhadap para korban kabut asap di Riau.

(Sagar/DMO/Dok. M&B)



Tags: tips mengatasi polusi asap,   peduli polusi asap di riau,   tips,   polusi asap,   riau










Cover April 2020