Mother&Baby Indonesia
Risiko Kematian Bayi Prematur

Risiko Kematian Bayi Prematur

Sementara banyak orangtua berbahagia mengamati tumbuh-kembang bayinya, sebagian orangtua lain yang memiliki bayi prematur harus menghitung detak jantung bayinya dengan harap-harap cemas. Faktanya, 1-15 juta bayi prematur di seluruh dunia, tidak mampu bertahan hidup sampai ulang tahun pertamanya.

 

Menurut March of Dimes, salah satu organisasi nirlaba terkemuka di Australia yang menyoroti masalah kesehatan bayi dan kehamilan, prematuritas adalah hal yang mengakibatkan kematian paling besar pada newborn dan masalah ini tidak hanya terdapat di negara berkembang saja. “Amerika Serikat adalah negara dengan tingkat kematian bayi prematur tertinggi dari seluruh negara-negara maju. Jadi, kita harus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Dr. Chris Howson, Wakil Presiden Global Health March of Dimes.



 

Dilansir melalui M&B AU,  sekitar 1 dari 10, atau 25.000 bayi, lahir prematur kurang dari 37 minggu setiap tahunnya di Australia. Bayi-bayi prematur yang dapat bertahan hidup pun biasanya harus berhadapan dengan risiko berbagai macam gangguan, seperti pernapasan, kelumpuhan otak, dan memiliki IQ rendah.



 

Padahal, 75 persen dari kematian bayi prematur sebenarnya bisa dicegah, bahkan tanpa perlu melakukan perawatan intensif dan obat-obatan yang sangat mahal. Bayi-bayi prematur dapat mendapatkan perawatan injeksi steroid yang biayanya tidak terlalu mahal untuk menguatkan perkembangan paru-parunya serta mendapatkan program kangaroo mother care atau metode kanguru dari para orangtuanya. (Sagar/DMO/Dok. M&B)



Tags: risiko kematian bayi prematur,   bayi prematur,   angka kematian bayi prematur,   prematuritas,   kangaroo m










Cover April 2020