Mother&Baby Indonesia
Risiko Paru-paru Kronis Bayi Prematur

Risiko Paru-paru Kronis Bayi Prematur

Berdasarkan data dari Disease Control and Prevention U.S. Center di Amerika Serikat, sebanyak 1 dari 8 bayi lahir sebelum kehamilan mencapai usia 37 minggu. Bayi yang lahir prematur ini pun harus menghadapi banyak hal selama hidupnya, seperti mengalami keterlambatan tumbuh-kembang, serta gangguan pernapasan, pencernaan, dan penglihatan.

 

Bayi prematur biasanya langsung mengalami gangguan pernapasan segera setelah ia lahir. Sekitar 30 persen bayi prematur mengalami kondisi penyakit paru-paru kronis yang disebut dengan bronchopulmonary dysplasia. Meski hampir semua bayi prematur dapat pulih dari penyakit ini dan memiliki gangguan pernapasan jangka panjang, paru-paru kronis ini bisa menjadi kondisi serius yang memerlukan perawatan medis intensif.



 



Bayi prematur dengan kasus ini harus ditangani dengan alat bantu pernapasan. Berdasarkan Journal of Respiratory Physiology & Neurobiology yang dipublikasikan pada Oktober 2013, bayi-bayi prematur yang diberikan tingkat oksigen tinggi akan lebih mungkin mengalami kasus bronchopulmonary dysplasia. (Sagar/DMO/Dok. M&B)



Tags: paru-paru kronis bayi prematur,   bronchopulmonary dysplasia,   penyakit paru-paru kronis pada bayi prem








Cover Maret 2020