Home - Kehamilan & Persalinan - Persalinan / 18 Februari 2014 / Redaksi

Pertolongan Pertama Pecah Ketuban

Pecah ketuban pada ibu hamil umumnya ditandai dengan mengalirnya cairan dari vagina. Kadang sulit dibedakan, apakah air yang keluar itu urine atau air ketuban, karena ibu hamil bisa mengompol tanpa terasa. Hal ini terjadi karena kandung kemih yang penuh tertekan oleh rahim yang membesar.

 

Namun umumnya, mengompol didahului oleh rasa ingin buang air kecil, sedangkan ketuban bisa pecah mendadak tanpa ada rasa apa pun sebelumnya. Tenaga medis, seperti dokter ataupun bidan biasanya menggunakan kertas lakmus merah untuk membedakan air ketuban dengan urine. Kertas lakmus yang terkena air ketuban akan berubah warna menjadi biru, karena air ketuban bersifat basa.



 



Dokter Hardi Sutanto, Sp.OG memberi tip umum bagi para ibu hamil yang mengalami keadaan darurat. Bila mereka merasakan cairan mengalir keluar dari vagina, segera berbaring dengan mengganjal bokong lebih tinggi dengan bantal. Hal ini untuk mencegah bagian-bagian janin, seperti tangan, kaki, atau tali pusat yang mungkin bisa merosot keluar. Setelah itu, segeralah menghubungi dokter. Dengan bantuan kerabat atau petugas medis, Anda akan segera dibawa ke rumah sakit tetap dalam posisi berbaring. (Aulia/DMO/Dok. M&B)

 

 


OTHER ARTICLES

Apakah Anda Terlalu Keras pada Anak? Ini Tanda-Tandanya

Waspada! Ini Bahaya Memakaikan Perhiasan pada Bayi

Ingin Mendonorkan Darah? Ini yang perlu Anda Perhatikan

Tren Fashion Terkini untuk Si Kecil

Bagaimana Meyakinkan Orang Tua dengan Pola Asuh Kini?