Mother&Baby Indonesia
Membiasakan Anak Berdoa

Membiasakan Anak Berdoa

Tanya
“Alana sudah masuk taman bermain dan mulai belajar berdoa dengan kelompoknya di sekolah. Saya ingin ia juga terbiasa berdoa di rumah, Bagaimana ya mengajarkan dan membiasakan Si Kecil berdoa?”
(Cassandra, ibu dari Alana, 2 tahun 5 bulan)

 



Jawab
Berdoa Sebelum Tidur

“Saya selalu membiasakan Oi untuk berdoa setiap hari sebelum ia tidur. Saya menjelaskan padanya bahwa doa ini dilakukan supaya kita terhindar dari mimpi buruk dan dapat bangun dalam keadaan sehat keesokan harinya. Pernah suatu ketika, ia lupa berdoa dan kemudian terbangun di tengah malam sambil menangis. Ketika saya tanya apakah ia lupa berdoa, ia mengangguk. Saya lalu mengajaknya untuk berdoa bersama. Alhamdulillah, kini Oi jadi terbiasa untuk selalu berdoa sebelum tidur. Bahkan, kalau saya atau suami lupa, ia yang mengingatkan kami untuk berdoa.”
(Yeni Nuraeni, ibu dari Oriza Sativa, 4 tahun 3 bulan)

 



Kebiasaan Anggota Keluarga
“Sebelum tidur malam, saya selalu mengajak Ratu untuk berdoa bersama. Semula, saya sedikit kesulitan mengajaknya berdoa, karena ia selalu memanggil-manggil dan mengganggu saya ketika berdoa. Bahkan, ia juga menangis jika melihat saya dan ayahnya berdoa serius sambil menutup mata. Namun, saya selalu memberinya pengertian bahwa berdoa itu harus dilakukan, hingga Ratu pun akhirnya mau mengerti. Sekarang, seluruh anggota keluarga di rumah terus mengajarinya berdoa. Bahkan, pembantu kami juga ikut membiasakannya berdoa dan mendengarkan firman Tuhan. Sekarang, Ratu sudah pintar berdoa sambil menutup mata dan melipat tangan, lho! Ia juga semangat sekali saat mengucapkan 'amin' setelah selesai berdoa.”
(Eva Sari, ibu dari Ratu, 1 tahun 8 bulan)

 

Rutin Ajak Salat
“Setiap hari, saya dan suami melakukan salat magrib berjamaah dan kami selalu mengajak Si Kecil untuk ikut. Saya menyediakan sajadah dan peci kecil untuk dipakai olehnya. Saat salat, saya menempatkan Si Kecil di tengah di antara suami dan saya. Karena sering kami ajak salat berjamaah, ia kini jadi pintar menirukan gerakan salat walaupun belum paham benar maksudnya. Dan saat kami bertiga berdoa selepas salat, ia yang paling keras mengucapkan 'amin' dengan tangan menengadah ke atas layaknya orang dewasa yang berdoa.”
(Fitriyah, ibu dari Aldiansyah Firsa Zuhri Sapoetro, 2 tahun 5 bulan)

 

Awalnya Meniru
“Menurut saya, membiasakan anak berdoa harus dimulai sejak mereka masih kecil. Dahulu waktu Asha dan Saadya baru mulai bisa bicara, saya ajari mereka untuk berdoa sebelum tidur. Biasanya, setelah selesai membacakan cerita, saya ajak mereka untuk mengikuti doa yang saya ucapkan pelan-pelan. Suasana yang tenang ini membuat mereka menjadi lebih mudah berkonsentrasi. Awalnya mereka hanya meniru dengan 'membeo', tetapi lama-lama mereka jadi hafal, dan akhirnya terbiasa untuk berdoa sebelum tidur. Setelah mereka agak besar, saya ajari mereka doa-doa lainnya. Sekarang, secara otomatis mereka berdoa sendiri tanpa perlu diingatkan lagi.”
(Santi Bonis, ibu dari Asha, 15, dan Saadya, 10)

(Sandra D. Sabastian/Sagar/DMO/Dok. M&B)



Tags: membiasakan anak berdoa