Mother&Baby Indonesia
Defisiensi Zat Besi pada Bayi ASI Eksklusif

Defisiensi Zat Besi pada Bayi ASI Eksklusif

Apakah benar bayi ASI eksklusif memerlukan tambahan suplemen zat besi? Jika iya, kapan waktu yang tepat untuk memberikan suplemen zat besi ini?

Zat besi diperlukan tubuh untuk membentuk hemoglobin, yaitu pigmen dalam darah yang bertugas mengangkut oksigen. Apabila Si Kecil tidak mendapatkan zat besi yang cukup, jumlah sel darah merahnya akan berkurang dan jaringan-jaringan tubuh akan menerima lebih sedikit oksigen dari yang dibutuhkan. Salah satu akibat dari kekurangan zat besi adalah anemia. Anemia pada anak mempunyai gejala yang sama dengan anemia pada orang dewasa, yaitu kulit pucat, lemas, terlihat lesu, hilangnya selera makan, serta gejala-gejala lainnya. Apakah anemia bisa berbahaya? Ya, karena anemia dapat mengganggu perkembangan mental dan fisik anak.






Kapankah Tidak Cukup?
Usia kritis untuk anak mendapatkan tambahan zat besi selain dari ASI adalah 6-9 bulan. Di usia ini, kadar zat besi ASI tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan anak, karena mereka mulai melakukan banyak aktivitas, seperti merangkak dan berguling. Oleh karena itu, pemberian MPASI saat bayi berusia 6 bulan sangat diperlukan. Selain rentang usia ini, ada beberapa kondisi bayi yang memang memerlukan suplemen zat besi tambahan, seperti bayi yang lahir dengan berat badan rendah dan bayi lahir tidak cukup bulan (prematur). Pada trimester akhir kehamilan, tubuh ibu memberikan banyak asupan zat besi pada Sang Janin yang jumlahnya cukup hingga usia anak 6 bulan. Jadi, pada bayi prematur yang lahir lebih cepat, asupan zat besi tidak cukup banyak, sehingga diperlukan suplemen zat besi.  (OCH/Dok. Free Digital Photos)



Tags: defisiensi zat besi pada bayi,   asi eksklusif,   bayi anemia,   bahaya anemia pada bayi,   bayi asi eksklus










Cover April 2020