Mother&Baby Indonesia
Bolehkah Ibu Menyusui di Saat Sakit?

Bolehkah Ibu Menyusui di Saat Sakit?

Memberikan yang terbaik bagi Sang Buah Hati adalah cita-cita semua ibu. Salah satu pemberian ibu yang tidak ternilai harganya adalah air susu. Tidak ada satu teori pun yang menyanggah pentingnya ASI bagi kesehatan dan tumbuh-kembang anak. Namun, ketika ibu menyusui jatuh sakit, apa yang harus ibu lakukan? Apakah ibu harus berhenti menyusui karena penyakit dapat menular melalui air susu?

 

Sakit Bukan Halangan

Menurut Kelly Bonyata dari International Board of Lactation Consultant Examiners, dalam jurnalnya yang berjudul "Should Breastfeeding Continue When Mom is Sick?" disebutkan bahwa ibu dapat terus menyusui walaupun sedang sakit. Hanya beberapa penyakit saja yang mengharuskan seorang ibu untuk berhenti menyusui. seperti HIV/AIDS.

 

Melarang ibu yang sakit untuk menyusui karena khawatir penyakitnya akan menular pada bayi adalah paradigma lama. Jika ibu menderita penyakit umum, seperti flu, batuk, pilek, dan diare, ibu dianjurkan untuk tetap menyusui. Selain penyakit-penyakit ini tidak dapat menular melalui air susu, pemberian ASI pun dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi untuk melawan penyakit. Bila ibu menghentikan pemberian ASI, justru memperbesar risiko bayi akan tertular penyakit.

 

“Ibu yang terserang sakit sebaiknya tetap menyusui karena ASI mengandung zat daya tahan tubuh yang sangat banyak sekali dan justru sangat dibutuhkan bayi untuk membentuk daya tahan sehingga tidak tertular ibunya. Begitu pula untuk ibu yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, masih bisa menyusui walaupun sangat bergantung pada kondisi sang ibu tersebut. Bila ibu dalam kondisi kritis atau harus mengonsumsi obat-obatan yang dapat mengganggu bayi, tidak dianjurkan untuk menyusui," tambah Dr. Herbowo AF Soetomenggolo, SpA, Spesialis Anak RSIA Hermina Jatinegara.

 

Baca juga: Tanya jawab Seputar ASI dan Menyusui


Obat vs Menyusui

Ibu menyusui sebaiknya menghindari konsumsi sembarang obat, karena akan berpengaruh pada ASI dan kesehatan bayinya. Dr. Herbowo AF Soetomenggolo menyarankan bila ibu terserang penyakit ringan sebisa mungkin menghindari konsumsi obat. Namun, apabila harus mengonsumsi obat, sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

Kandungan dalam beberapa jenis obat dapat mengurangi produksi ASI, menyebabkan bayi kuning, alergi, muntah, dan beberapa akibat lainnya. The American Academy of Pediatrics pada tahun 1994 telah mengeluarkan daftar obat yang aman untuk ibu menyusui, seperti, asetaminofen, ibuprofen, parasetamol, insulin, vitamin, dan berbagai jenis obat lainnya.

 

Yang Harus Dilakukan?

Ada beberapa hal yang harus ibu menyusui saat sakit, yaitu:

  1. Menggunakan masker apabila flu, batuk, dan pilek, agar memperkecil risiko menulari si kecil.

  2. Rajinlah mencuci tangan

  3. Menghindari bersin dan batuk di dekat si kecil, serta kontak fisik secara langsung.

  4. Menjaga kualitas dan kuantitas makanan bergizi yang diasup

  5. Minumlah banyak air putih, agar ASI tetap lancar

  6. Mintalah bantuan orang lain untuk menjaga si kecil, agar Anda dapat beristirahat dengan cukup. (OCH/ Dok. Free Digital Photo)


    Baca juga: 5 Fakta di Balik Mitos-mitos Menyusui


    RELATED VIDEO: Ask the Expert, Mitos Menyusui




    Tags: menyusui saat sakit,   menyusui,   bayi sakit








    Cover Januari - Februari 2020