Mother&Baby Indonesia
Perhatikan Saat Balita Mendengkur

Perhatikan Saat Balita Mendengkur

Sebanyak 8-12 persen balita memiliki kebiasaan mendengkur saat tidur. Sementara itu, 3-5 persen anak-anak mengalami sleep apnea. Pediatrik mengungkapkan sleep apnea adalah kondisi serius yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan anak, perkembangan emosional dan kognitif, serta kesehatan jantungnya.

 

Dilansir melalui Huffingtonpost, Sleep apnea saat ini memang sudah menjadi masalah yang umum terjadi, namun dapat lebih mudah diobati pada anak-anak. Karenanya, jika Si Kecil suka mendengkur dan memiliki 10 tanda-tanda di bawah ini, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.



1. Sering berkeringat saat malam hari: Ini biasanya terjadi akibat sistem saraf simpatik di dalam tubuh beraktivitas secara berlebihan ketika tidur, sehingga memicu kadar oksigen merendah dan jalur pernapasan tertutup. Si Kecil pun jadi sulit untuk bernapas.

2. Tulang rusuk dan tulang dada bergerak masuk saat menarik napas: Lagi-lagi, ini pun membuat Si Kecil kesulitan menarik napas karena jalur pernapasannya tidak terbuka secara maksimal.

3. Posisi tidur yang janggal: Letak leher yang salah saat tidur umumnya kerap terjadi pada anak yang mengalami sleep apnea.

4. Sakit kepala di pagi hari: Hal tersebut disebabkan rendahnya kadar oksigen di dalam tubuh dan tekanan darah cukup tinggi saat Si Kecil sedang terlelap.

5. Mengompol terus: Beberapa penelitian menunjukkan insiden sleep apnea lebih banyak menyerang anak-anak yang suka mengompol. Dalam salah satu studi, 42 persen dari 1 kelompok anak-anak yang mengompol mengalami sleep apnea. Setelah mendapatkan pengobatan, 66 persen dari mereka tidak lagi sering mengompol di malam harinya.



6. Hiperaktif dan tidak fokus saat di sekolah: Anak-anak dengan sleep apnea biasanya sering salah didiagnosis sebagai ADHD. Anda perlu melakukan pemeriksaan secara hati-hati, terutama jika Si Kecil suka mendengkur. Sebab, bisa jadi ia tidak ADHD dan justru mengalami sleep apnea.

7. Sering mengalami mimpi buruk dan tidur berjalan: Sleep apnea adalah penyebab dari kedua masalah ini. Faktanya, studi yang dilakukan di Stanford, AS, beberapa tahun lalu mengungkapkan hampir seluruh anak-anak sleep apnea akan berhenti melakukan tidur berjalan setelah mendapatkan pengobatan.

8. Tekanan darahnya tinggi: Anak-anak yang suka mendengkur dan memiliki tekanan darah tinggi dikhawatirkan mengalami sleep apnea dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

9. Down syndrome: Sekitar 40-70 persen anak dengan down syndrome berisiko mengalami sleep apnea. Jadi bila ada indikasi ia sering mendengkur, segera lakukan pemeriksaan sebelum berefek pada kesehatan dan perkembangan mentalnya.

10. Obesitas: Studi terbaru menjelaskan sebanyak 30 persen anak obesitas menderita sleep apnea juga. Apabila tidak ditangani sesegera mungkin, besar kemungkinan Si Kecil akan mengalami hipertensi, resisten insulin, gangguan metabolisme, serta menghambat proses penurunan berat badan. (Sagar/DT/Dok. M&B)



Tags: balita,   anak,   tidur,   mendengkur,   obesitas,   kesehatan










Cover Mei-Juni-Juli 2020