Mother&Baby Indonesia
Kasus HIV Tertinggi Terjadi Pada Ibu Rumah Tangga

Kasus HIV Tertinggi Terjadi Pada Ibu Rumah Tangga

Berdasarkan laporan kementerian kesehatan triwulan ke II tahun 2014, menyebutkan bahwa jumlah kasus AIDS tertinggi adalah pada ibu rumah tangga, yaitu sebanyak 6.516 kasus. Seperti yang diketahui, banyak dampak lain yang juga dapat memengaruhi kehidupan seorang perempuan dengan HIV positif, termasuk fisik, psikologis, sosial, maupun spiritual.

 

Namun, jumlah dan fenomena kerentanan tersebut juga dapat semakin meningkat ketika perempuan yang terinfeksi HIV tidak mengetahui informasi mengenai kesehatan seksual reproduksi, yang juga bagian terpenting dalam kehidupannya. Kesehatan seksual ini membutuhkan pendekatan yang positif, serta pengalaman yang menyenangkan dan aman, bebas dari paksaan, diskriminasi, dan kekerasan.



 

“Melihat data kasus HIV tertinggi terjadi pada ibu rumah tangga, kami semakin yakin bahwa edukasi kesehatan seksual dan reproduksi ini sangat penting, terutama bagi perempuan HIV positif. Diharapkan, setelah mendapatkan pemahaman yang baik tentang kesehatan seksual dan reproduksi, para perempuan HIV Positif mendapatkan kesempatan untuk melakukan perencanaan kesehatan dengan baik, termasuk perencanaan kehamilan, melahirkan, pilihan kontrasepsi, pemberian makanan pada bayinya, dan lain sebagainya,” ungkap Melly Windi Lianti, Program Manager Ikatan Perempuan Positif Indonesia dalam temu media siang (15/10) tadi.



 

Tak kalah penting, diperlukan juga dukungan dari keluarga dan pasangan, serta orang-orang terdekat agar para pengidap HIV bisa percaya diri dan kembali produktif. Dengan begitu, diharapkan juga stigma yang beredear di masyarakat tentang pengidap HIV bisa menjadi lebih positif. (Aulia/DT/dok.freedigitalphotos)



Tags: hiv_aids,   wanita,   kesehatan










Cover April 2020