Mother&Baby Indonesia
Penanganan Infeksi Saluran Kemih Bayi

Penanganan Infeksi Saluran Kemih Bayi

Kendati sulit untuk mengidentifikasi apakah Si Kecil terkena infeksi saluran kemih/urinary tract infection (UTI) atau tidak, tetapi bila terdapat gejala-gejala seperti demam, muntah-muntah, dan ada darah pada urine-nya, Anda bisa langsung membawanya ke dokter. Sebab, bila tidak ditangani sedini mungkin, infeksi akan menyebar ke bagian ginjal dan menjadi masalah yang serius.

 

Dokter biasanya akan mengambil sampel urine Si Kecil untuk mengetahui bakteri apa yang mengganggu saluran kemihnya. Pada bayi yang berusia di bawah 6 bulan atau bagi bayi yang positif terinfeksi UTI, dokter akan memintanya untuk melakukan beberapa tes di rumah sakit, seperti melakukan scan yang disebut renal ultrasound. Scan ini akan mengecek bagaimana kondisi ginjal dan kandung kemih bayi, serta mencari tahu masalah-masalah lain akibat bakteri tersebut.



 

Dilansir dari Babycentre, dokter biasanya akan memberikan antibiotik untuk dikonsumsi selama 3 hari. Setelah penanganan, umumnya infeksi ini bisa sembuh dalam 1-2 hari. Namun perlu Anda ingat, bayi tetap harus menghabiskan antibiotik yang diberikan walaupun ia sudah terlihat lebih baik.



 

Jika infeksi sudah menyebar hingga ke ginjal bayi, ia perlu meminum antibiotik selama 7-10 hari. Bagi bayi berusia di bawah 3 bulan atau bila kondisi bayi memburuk, ia perlu mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, termasuk pemberian antibiotik melalui infus. (Sagar/DMO/Dok. M&B)



Tags: infeksi saluran kemih,   uti,   bayi,   urinary tract infection,   penanganan infeksi saluran kemih










Cover Mei-Juni-Juli 2020