Mother&Baby Indonesia
Waspada Hipotiroid pada Bayi

Waspada Hipotiroid pada Bayi

Tidak sedikit bayi yang lahir dengan kecacatan fisik dan keterbelakangan mental. Ternyata, salah satu faktor dari kasus-kasus tersebut disebabkan adanya hipotiroid bawaan. Hipotiroid bawaan atau biasa disebut hipotiroid kongenital  merupakan penyakit pada bayi sejak lahir atau sejak dalam kandungan, yang terjadi karena  kekurangan hormon tiroid, hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar gondok (tiroid).

 

Hormon tiroid sendiri berfungsi bagi pertumbuhan dan perkembangan Si Bayi, hingga bertambah usianya. Jika kelenjar ini tidak ada atau tidak berfungsi sempurna, maka tumbuh-kembang Si Kecil juga tidak akan berkembang dengan baik. Itu sebabnya, kasus kekurangan hormon tiroid yang terjadi pada bayi ini perlu cepat didiagnosis dan diobati. Jika terlambat ditangani, dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan terhambatnya pertumbuhan fisik, seperti tumbuh pendek (kuntet), lidah besar, berwajah khas hipotiroid (sembab), bibir tebal, hidung pesek, sampai mengalami kesulitan bicara.



 

Kebanyakan bayi dengan hipotiroid bawaan tampak normal saat lahir, tidak ada yang khas. Namun, Anda bisa mewaspadai gejala seperti susah makan atau malas menyusu, lesu, kurang aktif, kulit kuning, susah buang air, mengalami pembesaran pada lidah, dan perut membesar dengan hernia umbilicus.

 

Tidak ada penyebab yang spesifik dari penyakit ini. Namun, diduga ada pengaruhnya dengan masa kehamilan Sang Ibu, seperti penggunaan obat-obatan yang menekan produksi hormon tiroid saat hamil. Selain itu, kadar yodium yang berlebihan saat masa kehamilan juga dapat menimbulkan gangguan. Itu sebabnya, masa kehamilan memang sangat rentan.

 



Kesehatan sang ibu memang sangat perlu diperhatikan saat hamil. Dokter Noroyono Wibowo, Sp.OG mengatakan, calon ibu bahkan perlu mulai memperhatikan kesehatan fisik dan asupan nutrisinya sebelum kehamilan terjadi. “Sebelum hamil maupun saat hamil, ibu sudah harus mempersiapkan diri melalui berbagai pemeriksaan dan melengkapi cadangan nutrisinya,” ungkap dr. Noroyono.

 

Dilaporkan, satu dari 3000-4000 kelahiran bayi menderita penyakit ini. Meskipun kecil, Anda tetap perlu mewaspadainya karena setiap ibu memiliki risiko yang sama dalam melahirkan bayi dengan penyakit hipotiroid. Itu sebabnya, pemeriksaan dini pada bayi yang baru lahir diharapkan dapat mengurangi risiko yang dialami penderita hipotiroid kongenital ini. Si Kecil pun dapat tumbuh dengan baik seperti anak normal.

 

Anda dapat melakukan screening fungsi tiroid pada bayi yang baru lahir di usia 3-5 hari setelah kelahiran. Namun, bayi prematur atau dengan kelainan lainnya tidak dapat melakukan tes ini. Pemeriksaan dilakukan melalui pemeriksaan darah pada bayi. Darah akan diambil dari salah satu bagian tumit bayi. Hasil tes biasanya akan diketahui 1-2 minggu setelah pemeriksaan. Anda pun perlu lebih peka terhadap gejala-gejala lain yang ditunjukkan bayi Anda. (Aulia/OCH/doc.M&B)



Tags: waspada hipotiroid,   hipotiroid pada bayi,  










Cover Mei-Juni-Juli 2020