Mother&Baby Indonesia
Memiliki Anak Setelah 19 Kali Keguguran

Memiliki Anak Setelah 19 Kali Keguguran

Jo Short, wanita asal Newport, Inggris, berhasil memiliki anak pertama setelah mengalami keguguran sebanyak 19 kali. Ia mengaku sudah hampir menyerah untuk memiliki anak, karena merasa usahanya mempertahankan kehamilan selalu gagal. “Saya bingung mengapa selalu keguguran. Rasanya berat sekali dan membuat saya trauma. Saya selalu bertanya-tanya, apakah saya keguguran karena terlalu banyak minum teh dan kopi, atau karena saya pernah makan apel yang belum dicuci,” ungkap Jo.


Setelah bersabar selama 15 tahun, Tuhan akhirnya mengizinkan Jo untuk melahirkan seorang anak. Jo mengatakan keajaiban itu datang ketika ia mendapatkan info tentang suatu operasi yang bisa mempertahankan kehamilannya. Ginekolog di Spire Cardiff Hospital, Dr. Richard Penketh, menjadi penggagas operasi tersebut. Ia memotong jaringan yang menyebabkan wanita mengalami endometriosis. Ya! Jo merupakan 1 dari 1,5 juta wanita di Inggris yang menderita endometriosis atau kista pada dinding rahim.


Dua bulan setelah operasi, Jo pun hamil untuk ke-20 kalinya. Kehamilan tersebut berjalan dengan sangat baik, hingga ia berhasil melahirkan anak pertamanya secara normal. Selama proses persalinan, Jo menolak diberi obat pereda rasa sakit, karena khawatir akan membahayakan bayinya.






“Mendapat kesempatan menjadi seorang ibu sungguh pengalaman yang luar biasa. Saya sudah mengharapkannya sejak lama dan akhirnya terwujud. Rasanya benar-benar luar biasa,” kata Jo yang saat ini berusia 37 tahun. (Dina/DMO/Dok.DailyMail)



Tags: keguguran,   kehamilan,   endometriosis








Cover Maret 2020