Mother&Baby Indonesia
Bahaya Asap Rokok

Bahaya Asap Rokok

Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia beracun, termasuk benzene, carbon monoxide, chromium, cyanide, formaldehyde, lead, nickel, dan polonium. Partikel berbahaya dalam asap rokok dapat melayang di udara selama berjam-jam. Menghirup asap rokok untuk waktu singkat dapat mengiritasi paru-paru dan mengurangi jumlah oksigen dalam darah. Sementara menjadi perokok pasif, 75% lebih berisiko terhadap berbagai penyakit dibanding perokok aktif.

 

Sebenarnya, bukan hanya asap yang menjadi kekhawatiran. Residu atau bahan sisa yang menempel pada rambut dan pakaian perokok, serta bantal, karpet, dan barang lain juga menimbulkan risiko, terutama untuk anak-anak.
Asap rokok menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius bagi anak, seperti:



 

Berat badan lahir rendah (BBLR). Menjadi perokok pasif selama kehamilan meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah.

 

Sindrom kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome atau SIDS). Asap rokok meningkatkan risiko SIDS, apakah paparan terjadi selama kehamilan ataupun setelah lahir.

 

Infeksi. Anak-anak yang hidup dengan perokok lebih berisiko terkena infeksi telinga dan infeksi saluran pernapasan bawah. Asap rokok juga menyebabkan batuk kronis, lendir, serta iritasi mata dan hidung.

 



Penyakit paru. Asma, bronkitis, dan penyakit paru-paru kronis dapat dipicu atau diperburuk oleh paparan asap rokok.

 

Penyakit jantung. Asap rokok meningkatkan risiko serangan jantung dan masalah jantung lainnya. Asap rokok juga merusak pembuluh darah, mengganggu peredaran darah, dan meningkatkan risiko pembekuan darah.

 

Kanker. Asap rokok adalah faktor risiko untuk kanker paru-paru. Beberapa penelitian juga menunjukkan hubungan antara asap rokok dan berbagai jenis kanker lainnya.

 

Banyaknya risiko kesehatan yang disebabkan oleh asap rokok, maka Anda sebaiknya menciptakan lingkungan bebas rokok di rumah. Dan saat bepergian ke luar, jangan biarkan seorang pun merokok di dekat buah hati Anda! (Rosa/freedigitalphotos)



Tags: hindari rokok,   jangan merokok di dekatku










Cover April 2020