Mother&Baby Indonesia
Masalah Gigi Memengaruhi Psikologis Si Kecil

Masalah Gigi Memengaruhi Psikologis Si Kecil

Tahukah Anda? Ternyata, ada banyak masalah yang bisa ditimbulkan jika gigi susu Si Kecil tidak terawat dengan baik. Tidak hanya yang berhubungan dengan kesehatan gigi, namun juga masalah psikologis. Menurut Dr. drg. Zaura Rini Anggraeni, MDS, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), salah satu dampak psikologis dari masalah gigi Si Kecil adalah timbulnya rasa tidak percaya diri.

 

“Beberapa masalah gigi yang tidak baik, seperti geripis, ompong sebelum waktunya, gigi berjejal, atau gigi yang tumbuh tidak rapi, seringkali menjadi lelucon atau bahan ejekan. Sehingga kalau seorang anak memiliki gigi seperti itu, ia akan diejek oleh teman-temannya dan membuatnya tidak percaya diri dalam bergaul. Karenanya, menjaga kesehatan gigi anak sejak dini sangatlah penting untuk dilakukan oleh para orangtua,” jelas drg. Rini dalam konferensi pers Kick Off Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2013, di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Hasanudin Makassar.



 

Menurut drg. Rini, menjaga kesehatan gigi sebenarnya tidak sulit. Apalagi, pada dasarnya semua anak dibekali oleh gigi-gigi yang sempurna. Namun yang sangat disayangkan, seringkali perawatan gigi tidak dilakukan dengan baik di rumah. Contohnya, masih banyak orangtua yang tidak membiasakan anak-anaknya untuk menyikat gigi sebelum tidur dan tidak pernah mengajak mereka memeriksakan gigi ke dokter, kecuali sakit gigi. Padahal selain membuat gigi tidak nyaman, masalah gigi ini juga banyak menimbulkan gangguan psikologis pada anak, seperti sulit konsentrasi belajar, rewel, dan minder. Dengan kondisi tersebut, tentu proses tumbuh-kembangnya pun menjadi terganggu.

 



Peranan orangtua tentu sangat besar dalam mengedukasi anak akan pentingnya menjaga kesehatan gigi, terutama di masa pertumbuhan gigi susunya. Itulah sebabnya, saat anak sudah bisa meludah, berarti Anda harus mulai mengajarkan Si Kecil untuk menyikat gigi. Perhatikan pula asupan makanannya dengan mengurangi makanan yang manis. Anda juga bisa memperkenalkan dokter gigi sejak awal pada anak agar ia tidak merasa asing dan mau melakukan pemeriksaan rutin ke sana.

 

Untuk mendapatkan edukasi mengenai kesehatan gigi anak, Anda juga bisa berpartisipasi dalam acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2013.  Di sini, Anda tidak hanya bisa mendapatkan pemeriksaan dan perawatan gigi gratis, tetapi juga bisa menemukan segala informasi mengenai kesehatan gigi, yang dapat digunakan untuk mengedukasi keluarga di rumah. (Aulia/DC/doc. M&B)



Tags: kesehatan gigi,   anak tidak percaya diri karena masalah gigi








Cover Maret 2020