Mother&Baby Indonesia
Risiko Bayi Berat Lahir Rendah

Risiko Bayi Berat Lahir Rendah

Ada begitu banyak penyebab bayi berat lahir rendah (BBLR). Namun, menurut para peneliti di Departemen Fisiologi di University of Melbourne,  Victoria, Australia, bumil yang berusia lebih dari 35 tahun, memiliki risiko BBLR tertinggi. Di usia tersebut, bumil dinilai rentan mengalami hipertensi sebelum dan selama kehamilan, yang akhirnya membatasi pertumbuhan janin dalam rahim dan menyebabkan BBLR.

 

Tak sampai di situ saja, karena BBLR ternyata berpengaruh terhadap kesehatan Sang Anak di masa depan. Anak-anak BBLR pun dinyatakan punya peluang besar terkena diabetes, penyakit ginjal, dan kelainan jantung saat remaja. Mary E. Wlodek, Ph.D, ketua tim peneliti tersebut lalu menganjurkan bumil untuk selalu mewaspadai berat badan bayi sejak di dalam kandungan untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular saat ia dewasa kelak.



 



"Hal ini membuktikan bahwa masa depan manusia ditentukan sejak dalam kandungan. Bayi yang terlalu besar atau terlalu kecil saat dilahirkan, punya risiko kesehatan yang sama di masa depan," komentar Gerald Weissmann, M.D., Editor in Chief FASEB Journal, yang memublikasikan penelitian tersebut. (Gita/DMO/Dok. M&B)



Tags: kelahiran,   bblr,   diabetes,   risiko bayi lahir rendah,   risiko bblr








Cover Maret 2020