Mother&Baby Indonesia
Bahaya Minuman Manis dan Bersoda

Bahaya Minuman Manis dan Bersoda

Sebuah studi dari American Journal of Nutrition menemukan adanya peningkatan risiko stroke pada orang yang mengkonsumsi lebih dari 1 gelas minuman bersoda setiap harinya. Temuan ini dikuatkan dengan bukti yang menyatakan bahwa asupan minuman manis bersoda dalam persentase besar, dapat memicu penyakit diabetes, jantung, obesitas, dan kolesterol tinggi.

 

Data terbaru Survey Kesehatan dan Gizi Nasional di Amerika menemukan bahwa separuh dari penduduk AS mengonsumsi setidaknya 1 minuman bersoda setiap hari. Pria rata-rata mengonsumsi 178 kalori per hari dari minuman manis bersoda, sedangkan wanita 103 kalori per hari. Namun yang paling memprihatinkan, ditemukan pula adanya peningkatan konsumsi soda pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda.



 

Bahaya soda dapat meningkatan kalori pada tubuh dan memicu terjadinya obesitas. Kalori yang dikonsumsi dalam bentuk cair seperti soft drink, tidak mengatasi rasa lapar seefektif kalori dalam makanan padat. Itulah yang membuat seseorang mampu mengonsumsi banyak kalori yang terdapat dalam soft drink. Selain menyebabkan kenaikan berat badan, minuman bersoda diduga dapat mengurangi kadar HDL atau kolesterol baik di dalam tubuh.



 

Mengonsumsi sejumlah besar gula yang mudah dicerna, seperti soft drink ataupun sirup manis, pun akan menyebabkan lonjakan gula darah dan menimbulkan peradangan yang memicu terjadinya peningkatan risiko stroke, jantung, diabetes, obesitas, dan kanker. Terlalu banyak minum soda juga dapat memicu gejala penyakit refluks gastroesofagus, karena asam lambung naik ke atas dan menyebabkan rasa terbakar di kerongkongan. The American Heart Association merekomendasikan konsumsi minuman manis dan soft drink sebaiknya tidak lebih dari 450 kalori, atau kurang dari 3 kaleng setiap minggunya. (Aulia/DC/freedigitalphotos)



Tags: bahaya soda,   risiko minuman soft drink,   bahaya minuman manis,   minuman bersoda,   kalori,   risiko penyak










Cover Mei-Juni-Juli 2020